Perempuan Malaysia Hidup Susah 18 Tahun Usai Dinikahi Pria WNI di Lombok, Pemerintah Negeri Jiran Bergerak Jemput Warganya
- Tangkapan layar-tv1
Jakarta, tvOnenews.com - Media Malaysia memberitakan kisah viral tentang Norida Akmal Ayob (45). Norida merupakan perempuan Malaysia yang hidup susah selama 18 tahun usai dinikahi pria warga negara Indonesia (WNI) di Lombok.
Dilansir dari Sinar Harian, Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Shamsul Anuar Nasarah mengatakan sebelumnya Norida mengikuti suami WNI-nya ke Lombok dan menetap di sana.
Akan tetapi, pernikahan Norida dan suami WNI-nya tidak bertahan lama.
“Pernikahan Norida tidak kekal. Akhirnya beliau hidup sendirian, susah dan daif,” kata Shamsul dalam unggahan di akun Facebook-nya, Minggu (15/2/2026).
Setelah berpisah dari suami WNI-nya, Shamsul menyebut Norida harus bekerja sebagai penyapu jalan untuk menyambung hidup.
Pasalnya, perempuan Malaysia itu harus menghidupi dua anaknya dalam kondisi serba kekurangan.
Adapun anak pertamanya lahir di Malaysia dan berstatus warga negara Malaysia. Sementara itu, anak keduanya lahir di Indonesia dan berstatus WNI.
Norida yang berpisah dengan suami WNI-nya itu tidak menikah lagi.
Keinginan Norida untuk pulang ke tanah kelahirannya diketahui Shamsul usai keluarga perempuan itu datang menemuinya.
Keluarga Norida dari Kampung Bukit Sapi menyampaikan kondisi Norida yang memprihatinkan di Indonesia.
“Saya diceritakan bahwa Norida berada dalam keadaan serba kekurangan, anak-anaknya tidak dapat meneruskan sekolah dan hidup susah,” ujar Shamsul.
Usai mengetahui hal itu, dia pun berkoordinasi dengan Wisma Putra melalui Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan Departemen Imigrasi Malaysia untuk memulai proses pemulangan Norida.
Berkat kerja sama Wisma Putra melalui Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Departemen Imigrasi Malaysia serta otoritas Indonesia, kepulangan Norida dan dua anaknya akhirnya terwujud.
Akhirnya Norida berhasil dipulangkan ke negaranya setelah terpisah selama 18 tahun dari keluarga.
Norida pun tiba dengan selamat di Malaysia pada Sabtu (14/2/2026). (nsi)
Load more