Emas untuk Bintang Hilang Seminggu, Sule Tantang Tunjukkan Wujudnya: Mana Uangnya, Mana Perhiasannya?
- Cumicumi
Jakarta, tvOnenews.com – Polemik warisan mendiang Lina Jubaedah kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada pernyataan Sule yang mempertanyakan keberadaan fisik emas dan uang tunai yang disebut pernah diberikan Rizky Febian kepada adik tirinya, Bintang.
Di tengah sengketa aset antara Sule dan Teddy Pardiyana, isu baru mencuat: emas yang dibelikan Rizky Febian untuk Bintang dikabarkan hilang hanya dalam waktu satu minggu setelah dibeli. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sule saat tampil di Studio Brownis TransTV, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).
Menurut Sule, Rizky Febian atau Iky sempat memberikan uang sekaligus membelikan perhiasan emas untuk kebutuhan sang adik. Namun, keberadaan emas tersebut kini dipertanyakan.
“Itu dibeliin emas sama Iky tuh, sisanya tuh uang, dibeliin emas, terus seminggu hilang emasnya,” ujar Sule.
Ucapan tersebut langsung memantik perhatian publik. Bagi Sule, persoalannya bukan sekadar nilai, melainkan kejelasan bentuk fisik emas dan uang yang telah diberikan. Ia ingin ada transparansi mengenai di mana emas itu berada dan bagaimana pengelolaan uang yang sempat diberikan.
Saat ditanya lebih jauh soal ke mana perhiasan tersebut hilang, Sule tidak menjelaskan secara rinci. Ia justru mengarahkan pertanyaan itu kepada orang kepercayaan mendiang Lina.
“Tahu hilangnya ke mana, makanya tanya sama Pak Ecet deh,” katanya singkat.
Pernyataan ini mempertegas bahwa Sule mempertanyakan secara langsung wujud emas dan uang yang diberikan Rizky Febian kepada Bintang. Ia seolah menantang agar keberadaan barang tersebut bisa dibuktikan secara nyata, bukan sekadar cerita.
Isu emas yang hilang ini menambah panjang daftar polemik antara kedua belah pihak. Sebelumnya, sengketa lebih banyak berfokus pada aset miliaran rupiah yang disebut sebagai bagian dari hak Rizky Febian, termasuk dana sekitar Rp 5 miliar dan sejumlah surat berharga.
Sule bahkan memberikan ultimatum tegas. Ia menyatakan pintu damai secara kekeluargaan terbuka, namun dengan syarat seluruh aset yang dipermasalahkan dikembalikan.
“Kecuali kalau aset itu, surat-surat dikembalikan, aset Rp 5 miliar itu dikembalikan, mungkin bisa yuk secara kekeluargaan. Kita berdamai, oke,” tegasnya.
Load more