Menhan Sjafrie Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Satgas Kuala Dikebut Atasi Sedimentasi dan Cegah Banjir Berulang
- Antara
Dengan kedalaman alur yang terjaga, manfaat yang diharapkan antara lain:
-
Kapal lebih mudah keluar masuk muara
-
Waktu melaut menjadi lebih efisien
-
Biaya operasional berkurang
-
Produktivitas nelayan meningkat
Akses yang lancar di jalur muara menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir Aceh Tamiang.
Satgas Kuala Dibentuk Awal Tahun
Sebagai langkah konkret, Sjafrie sebelumnya telah membentuk Satgas Kuala pada 1 Januari 2026. Satgas ini dirancang untuk mempercepat pengerukan muara dan pertemuan sungai di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Pembentukan Satgas Kuala diumumkan Sjafrie usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah kementerian/lembaga terkait di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Sudah kita bentuk Satgas Kuala,” ujar Sjafrie dalam pernyataan resminya saat itu.
Menurut dia, pembentukan satuan tugas tersebut diputuskan setelah dilakukan koordinasi dengan pimpinan TNI. Keterlibatan unsur TNI diharapkan mampu mempercepat pengerjaan teknis di lapangan, terutama dalam penanganan wilayah yang terdampak sedimentasi berat.
Satgas Kuala tidak hanya fokus pada pengerukan, tetapi juga pada optimalisasi pemanfaatan sumber air di kawasan muara. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi sekaligus menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat setempat.
Kunjungan langsung Menhan ke lokasi pengerukan menunjukkan bahwa pemerintah memantau secara intensif pelaksanaan program ini. Progres di Muara Kuala Peunaga menjadi salah satu titik penting dalam upaya normalisasi kawasan terdampak.
Pemerintah menempatkan penanganan sedimentasi sebagai agenda prioritas pascabencana Sumatera, dengan pendekatan yang menggabungkan aspek pertahanan wilayah, keamanan lingkungan, dan penguatan ekonomi rakyat. (nsp)
Load more