Sanksi Adat Toraja untuk Pandji Diringankan, Tokoh Budaya: Alasannya karena Ketidaktahuan
- Tangkapan layar tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani sanksi adat di Toraja karena dinilai menghina kebudayaan itu dalam salah satu materi stand up comedy-nya tahun 2013.
Upacara untuk memberikan sanksi adat dilakukan langsung di Toraja. Pandji hadir ditemani oleh kuasa hukumnya, Haris Azhar.
Selain menjalani upacara, Pandji juga dikenai sanksi memberikan satu ekor babi dan lima ekor ayam yang memiliki bulu berbeda sesuai yang sudah ditentukan oleh hakim adat.
Selain menjalani proses upacara, Pandji juga mengikuti sesi tanya jawab bersama perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja.
Di kesempatan itulah, kedua pihak yang sempat bertikai saling berdialog dan memahami sudut pandang satu sama lainnya.
Diketahui, sanksi adat yang harus dijalani komika tersebut tergolong ringan. Tokoh Budaya Toraja, Daud Arung Pangarungan menjelaskan alasannya karena Pandji bukan orang Toraja.
Selain itu, bapak dua anak tersebut mengaku tidak mengetahui banyak tentang salah satu adat di Sulawesi Selatan tersebut dan membaca literatur yang salah.
"Dari pengakuan Pandji sendiri bahwa dia mendapat literatur literasi dari beberapa literatur yang mungkin tidak dapat dipertanggungjawabkan, dia tidak mengkajinya secara mendalam sehingga membawa adat dan budaya tradisi Toraja itu menjadi stand up comedy," katanya menambahkan.
Sebelum viral sampai ke masyarakat Toraja, komika tersebut sempat membahas soal kebudayaan itu pada tahun 2013 dan dibahas kembali tahun 2023.
Hal ini, kata Daud, telah membuat keresahan pada masyarakat adat. Mereka merasa kebudayaannya telah dihina.
Masyarakat yang kecewa kemudian menuntut untuk pemberian sanksi kepada sang komika serta melakukan dialog.
Setelah dilakukan dialog bersama dengan masyarakat adat, ketidaktahuan Pandji membuat sanksi yang harus dibayarnya tergolong ringan.
"Memang persoalannya adalah, Pandji bukan orang Toraja dan dalam ketidaktahuannya tentang Toraja itu, itu yang dapat meringankan posisi pelanggaran terhadap dia," kata Daud menjelaskan.
Sementara itu, setelah prosesi upacara selesai komika itu mengatakan dirinya sudah meminta maaf kepada masyarakat atas perkataannya dalam salah satu materi stand up comedy-nya.
Dirinya pun diminta oleh masyarakat, dan telah bersedia, untuk tidak lagi mengganggu keharmonisan dan kenyamanan masyarakat tersebut.
"Berdasarkan prosesi tadi adalah dengan tidak lagi menyakiti dan melukai dan mengganggu keharmonisasian masyarakat serta alam Toraja. Tadi rasanya itu yang paling penting ketika pemberitaan teman-teman naik juga ke media, saya rasa masyarajat juga jadi mengerti betapa indahnya proses budaya di Toraja," kata Pandji setelah menjalani prosesi upacara. (iwh)
Load more