Pengemudi Ojol Diduga Dianiaya hingga Disebut "Monyet" di Jakarta Barat, Polisi Masih Dalami Profesi Terduga Pelaku yang Disebut-sebut Paspampres
- Rawpixel.com
Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial adanya sebuah peristiwa seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga dianiaya hingga disebut “monyet” di Jakarta Barat.
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram @h*s*n, tampak pengemudi ojol itu memperlihatkan video yang menunjukkan bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan.
Di unggahan itu juga tampak pengemudi ojol tersebut mengunggah foto-foto bukti penganiayaan, laporan polisi hingga bukti aplikasi pemesanan.
Akun tersebut memaparkan kronologinya. Penganiayaan ini terjadi pada Rabu (4/2/2026) pukul 20.15 WIB.
Saat itu, pengemudi ojol mendapatkan orderan ojek online dari seorang pelanggan berinisial N dari Jalan Mawar dengan tujuan Haji Lebar.
Setibanya di lokasi tujuan, penumpang diduga salah titik tujuan. Pengemudi ojol lantas mengonfirmasi kepada penumpang terkait arah dan tujuan sebenarnya.
Akan tetapi, penumpang mengaku tidak tahu jalan menuju ke lokasi tujuannya. Pasalnya, penumpang hanya diminta untuk datang ke rumah pelaku.
Setelah itu, pengemudi ojol meminta agar penumpang menghubungi pelaku untuk memastikan lokasi sebenarnya.
Akan tetapi, saat penumpang memberi tahu bahwa dia sudah berada di Jalan Kecapi dan meminta arahan, pelaku malah berbicara dengan nada tinggi dan menghinanya dengan sebutan “monyet”.
Pengemudi ojol lalu mengantarkan penumpang ke rumah pelaku meski telah diperlakukan demikian.
Sesampainya di lokasi tujuan, cekcok terjadi hingga pengemudi ojol dianiaya sampai terluka.
Akhirnya pengemudi ojol tersebut melapor ke Polsek Kembangan dengan Nomor: LP/B/080/II/2026/POLSEK KEMBANGAN/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA pada Kamis (5/2/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya penganiayaan terhadap pengemudi ojol tersebut.
"Benar. Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Soal dugaan pelaku penganiayaan yang disebut-sebut merupakan seorang anggota Paspampres, Budi mengatakan pihaknya masih mendalami hal tersebut. (ant/nsi)
Load more