Hadiri Harlah 1 Abad NU di Malang, Pengamanan Presiden Prabowo Dilakukan Secara 'All Out'
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kota Malang memperketat pengamanan menyusul rencana kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk memastikan kondusivitas di sekitar Stadion Gajayana, yang menjadi pusat kegiatan besar tersebut.
Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Infanteri Kohir, menyatakan bahwa seluruh elemen pengamanan telah dipersiapkan secara matang.
Fokus utama petugas adalah menjamin keamanan Kepala Negara selama berada di wilayah Jawa Timur.
"Dalam pengamanan ini, saya langsung bertanggung jawab kepada Pangdam V/Brawijaya selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Pam VVIP. Kami tidak bisa menyebutkan spesifik tetapi kurang lebih sekitar 5.000 personel," ujar Kolonel Kohir di Kota Malang, Sabtu (7/2).
Sesuai jadwal, Presiden Prabowo diagendakan hadir langsung pada puncak acara Harlah 1 Abad NU pada Minggu (8/2). Meski acara inti berlangsung besok, rangkaian kegiatan Mujahadah Kubro sudah mulai memadati lokasi sejak Sabtu malam.
Terkait jumlah pasukan, Kohir menyebut angka tersebut masih bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi di lapangan.
Sebelumnya, kesiapan pasukan telah dipastikan melalui apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Lapangan Rampal pada Jumat (6/2).
Penyusunan strategi pengamanan VVIP ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Korem 083/Baladhika Jaya dengan jajaran Forkopimda Kota Malang serta panitia penyelenggara. Pasukan yang diterjunkan merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, serta jajaran Pemerintah Kota Malang.
Mereka akan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk rute yang akan dilewati rombongan kepresidenan.
"Seluruh personel sudah mengetahui tugasnya masing-masing," tegas Kohir.
Selain pengamanan ring utama, petugas juga mewaspadai segala potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya acara atau mobilitas rombongan Presiden, termasuk keberadaan rombongan liar yang berpotensi memicu kericuhan.
"Kami akan melakukan antisipasinya dengan berbagai upaya tapi tidak bisa kami sampaikan spesifik karena itu bagian dari tugas kami," tambahnya.
Kohir menekankan bahwa dalam operasi pengamanan VVIP, tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun.
Seluruh personel diminta untuk selalu waspada dan menjalankan prosedur tetap (protap) dengan disiplin tinggi.
Load more