Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi masih mendalami motif di balik aksi bunuh diri seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski informasi awal menyebut korban nekat karena persoalan ekonomi dan tak dibelikan buku serta pena, aparat menegaskan penyelidikan belum final.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyatakan bahwa faktor ekonomi memang menjadi dugaan awal, namun kemungkinan motif lain masih terus ditelusuri berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Motif utama karena hal itu namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP karena kekecewaan tapi masih didalami lagi," ujar Rudi, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, informasi awal dari hasil olah TKP dan laporan sementara memang mengarah pada masalah ekonomi sebagai pemicu tindakan korban. Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Peristiwa tragis tersebut menjadi perhatian serius jajaran Polda NTT. Pascakejadian, pihaknya memerintahkan Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino untuk menemui keluarga korban.
"Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada ke kediaman orang tua korban," katanya.
Selain bantuan tersebut, Polda NTT juga mengirim tim konselor psikologi guna memberikan pendampingan kepada keluarga, khususnya orang tua korban.
"Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban," kata Rudi.
Tim yang diturunkan terdiri dari Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono, serta Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT Bripda Yoseph Alexander Rewo.
Konseling dan pendampingan dijadwalkan berlangsung mulai Rabu (4/2) hingga Minggu (8/2) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada.
"Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban," ujar Kapolda NTT.
Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh pada Kamis (29/1). Peristiwa itu terjadi di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
Kasus ini masih dalam proses pendalaman guna memastikan secara utuh latar belakang peristiwa yang menggemparkan tersebut. (ant/nba)
Load more