Israel Serang Gaza Lagi, DPR: Ini Ujian Indonesia Gabung Board of Peace
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Israel kembali menyerang warga sipil di Jalur Gaza. Sedikitnya, 31 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan yang menghantam sejumlah wilayah di Gaza pada Sabtu dini hari, 31 Januari 2026. Enam di antaranya merupakan anak-anak.
Serangan itu terjadi sehari sebelum Israel dijadwalkan membuka kembali Penyeberangan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai serangan tersebut menjadi ujian serius bagi lembaga baru Board of Peace (BoP) yang diklaim bertujuan mendorong perdamaian di Palestina.
“Ini menjadi ujian nyata bagi BoP, dan secara khusus bagi Trump sebagai inisiatornya. Ketika lembaga internasional selama ini terlihat lumpuh dalam menghadapi kejahatan Israel, keberadaan BoP dianggap oleh sebagian pihak dapat menjadi terobosan untuk menghentikan kekerasan di Palestina,” kata Sukamta, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, langkah yang paling dinantikan dari setiap inisiatif perdamaian adalah penghentian kekerasan Israel terhadap warga sipil, serta dibukanya akses bantuan kemanusiaan secara luas bagi Gaza.
“Langkah yang paling dinantikan tentu adalah penghentian seluruh tindakan kekerasan Israel terhadap warga sipil serta dibukanya akses bantuan kemanusiaan secara maksimal bagi warga Gaza. Setiap inisiatif atau narasi perdamaian akan kehilangan makna jika tidak mampu mencegah pemboman terhadap pengungsi dan anak-anak,” tambah politisi Fraksi PKS tersebut.
Menurut Sukamta, serangan Israel yang menyasar warga sipil merupakan tragedi kemanusiaan dan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Ia juga menilai serangan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku, meski seluruh sandera telah dibebaskan dan jenazah sandera terakhir telah diserahkan.
“Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, berulang kali terjadi serangan terhadap warga sipil. Berdasarkan laporan pemerintah Palestina di Gaza, sedikitnya 488 orang tewas dan 1.350 lainnya terluka. Sungguh memilukan apa yang terjadi di Gaza, Palestina. Semua norma kemanusiaan dan norma hukum terus dilanggar tanpa ada konsekuensi. Tidak ada penyelidikan atas kejahatan terorganisir yang terus dilakukan oleh Israel,” tegasnya.
Sukamta pun mendorong pemerintah Indonesia agar lebih aktif menekan institusi internasional untuk mengambil langkah konkret dan terukur.
Load more