News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Inisiatif Hutan Bambu di Bali Dinilai Jadi Model Baru Pelestarian Lingkungan

Pembangunan hutan bambu 30 hektar di Bali dinilai sebagai terobosan ekologi berbasis swasta yang mendorong pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi hijau.
Senin, 2 Februari 2026 - 15:20 WIB
Inisiatif Hutan Bambu di Bali Dinilai Jadi Model Baru Pelestarian Lingkungan
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pembangunan hutan bambu seluas 30 hektar di Bali oleh pengusaha lokal Ajik Krisna dinilai sebagai langkah terobosan dalam upaya pelestarian lingkungan di tengah ancaman krisis ekologi yang semakin nyata. Inisiatif ini mendapat apresiasi luas karena tidak hanya berorientasi pada konservasi alam, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial, budaya, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Aktivis lingkungan Toto Izul Fatah menilai program tersebut layak dijadikan contoh bagi pelaku usaha maupun pemerintah. Ia menyebut, pembangunan hutan bambu ini dilakukan sepenuhnya menggunakan dana pribadi tanpa bergantung pada anggaran negara, sehingga menunjukkan komitmen nyata sektor swasta dalam menjaga lingkungan hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Langkah ini patut mendapat apresiasi dari pemerintah, khususnya kementerian terkait lingkungan dan kehutanan. Ini membuktikan bahwa masyarakat bisa bergerak lebih cepat dalam merespons krisis ekologi, bahkan ketika negara memiliki sumber daya yang jauh lebih besar,” ujar Toto di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, inisiatif tersebut juga menyampaikan pesan penting bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak harus selalu menunggu program pemerintah. Di saat tantangan perubahan iklim semakin mendesak, keterlibatan dunia usaha justru bisa menjadi pemantik percepatan transformasi menuju pembangunan hijau.

Toto menilai, pembangunan hutan bambu dalam skala besar seharusnya menjadi agenda prioritas nasional. Ia bahkan menyebut, jika dikelola secara serius dan terstruktur, hutan bambu layak dimasukkan sebagai proyek strategis nasional karena memiliki manfaat ekologis dan ekonomis yang luas.

“Saya heran mengapa bambu belum pernah menjadi program prioritas. Kita tidak punya roadmap nasional, tidak ada masterplan pengembangan hutan bambu, dan belum ada integrasi bambu dalam agenda besar penanganan perubahan iklim,” tegasnya.

Ia membandingkan Indonesia dengan sejumlah negara lain yang telah lebih dulu menjadikan bambu sebagai bagian penting dalam kebijakan kehutanan dan ekonomi hijau. Negara seperti China, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Filipina, hingga Myanmar, Ethiopia, dan Kenya telah mengembangkan kawasan hutan bambu berskala besar sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Padahal, menurut Toto, Indonesia seharusnya menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan bambu. Tanaman ini merupakan bagian dari flora asli Nusantara dan memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat, mulai dari bahan bangunan tradisional, alat rumah tangga, hingga simbol budaya di berbagai daerah.

Ironisnya, Indonesia hingga kini belum memiliki hutan bambu berskala nasional maupun lembaga riset khusus yang fokus mengembangkan teknologi dan pemanfaatan bambu. Sementara itu, China, India, dan Jepang telah memiliki setidaknya tiga lembaga riset utama yang secara khusus mengembangkan inovasi bambu, baik untuk konstruksi, industri kreatif, hingga produk ramah lingkungan.

Menurut Toto, keberadaan lembaga riset sangat penting karena bambu bukan hanya tanaman bernilai ekologis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan pengolahan berbasis teknologi, bambu dapat menjadi bahan alternatif untuk berbagai sektor, mulai dari konstruksi hijau, furnitur, hingga produk ekspor bernilai tinggi.

Dalam konteks itulah, rencana pembangunan hutan bambu di Bali dinilai sangat relevan. Program ini tidak hanya bertujuan memulihkan ekosistem, tetapi juga mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya alam berkelanjutan. Toto menyebut, inisiatif tersebut menjadi contoh konkret bagaimana konservasi bisa berjalan seiring dengan penciptaan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Di kawasan seluas 30 hektar itu, pengelola berencana mengembangkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain:

  • Kawasan wisata berbasis alam dan edukasi bambu

  • Pusat pelatihan dan pendidikan pengolahan bambu

  • Sentra kerajinan dan seni budaya bambu

  • Hunian, vila, serta bangunan ramah lingkungan berbahan bambu

Konsep ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan keterampilan masyarakat lokal, serta mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis bambu. Selain itu, hutan bambu juga memiliki manfaat ekologis penting, seperti menyerap karbon, menjaga keseimbangan air tanah, dan mencegah erosi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Toto menambahkan, jika inisiatif seperti ini diperluas dan diadopsi secara nasional, bambu berpotensi menjadi salah satu solusi strategis Indonesia dalam menghadapi krisis iklim sekaligus memperkuat ekonomi hijau. Ia pun mendorong pemerintah agar mulai menyusun kebijakan komprehensif terkait pengembangan bambu, termasuk peta jalan nasional, dukungan riset, serta integrasi dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah konkret yang dimulai dari tingkat lokal seperti di Bali ini dapat menjadi fondasi kuat bagi transformasi kebijakan lingkungan di tingkat nasional. Dengan kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah, bambu dinilai mampu menjadi simbol baru pembangunan hijau Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia disebut memiliki peluang untuk dapat memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di tengah tak menentunya geoekonomi dan geopolitik global dalam kurun waktu belakangan ini.
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Selengkapnya

Viral