Angin Kencang Mengamuk di Pamekasan Jatim: Sekolah, Masjid, hingga Jaringan Listrik Dilaporkan Rusak
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dibarengi angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Minggu (1/2).
Peristiwa ini mengakibatkan puluhan hunian warga, fasilitas pendidikan, hingga tempat ibadah mengalami kerusakan di berbagai titik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan tersebar di wilayah yang cukup luas.
"Berdasarkan hasil pendataan sementara tim yang kami terjunkan ke lapangan, musibah ini terjadi di 22 desa di tujuh kecamatan," ujar Akhmad Dhofir Rosidi di Pamekasan.
Selain merusak tempat tinggal, terjangan angin kencang ini juga merobohkan sejumlah pohon yang kemudian memutus akses jalan raya.
Fasilitas umum lainnya, termasuk jaringan listrik, dilaporkan mengalami gangguan serius akibat kabel yang terputus.
Data sementara dari petugas di lapangan menunjukkan titik-titik kerusakan tersebar di banyak lokasi, meliputi:
- Kecamatan Pamekasan: Kelurahan Bugih dan Kelurahan Kowel.
- Kecamatan Galis: Desa Sumedangan, Jarin, Sentol, Lemper, Pandan, dan Konang.
- Kecamatan Larangan: Kelurahan Lawangan Daya (Jalan Bonorogo), Desa Duko Timur, Blumbungan, dan Tentenan Timur.
- Kecamatan Tlanakan: Desa Teja dan Branta Pesisir.
- Kecamatan Pegantenan: Desa Plakpak.
- Kecamatan Proppo: Dusun Betes di Desa Samiran.
Hingga malam hari, personel BPBD terus bekerja ekstra untuk menangani dampak bencana di lokasi-lokasi terdampak.
"Hingga malam ini, kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak, termasuk pembersihan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan permukiman warga," jelas Rosidi.
Menyikapi situasi ini, pihak BPBD mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Potensi cuaca ekstrem yang membawa hujan deras dan angin kencang diprediksi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Catatan BPBD menunjukkan bahwa bencana angin kencang ini merupakan peristiwa besar kedua yang melanda Pamekasan sepanjang tahun 2026.
Sebelumnya, pada awal Januari, angin kencang juga telah merusak sedikitnya 14 bangunan di Kecamatan Pademawu, Galis, dan Pamekasan. (ant/dpi)
Load more