Banjir Kepung Banten, NTB, dan Jakarta: BNPB Laporkan Dua Warga Meninggal Dunia
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir merata terjadi di tiga provinsi utama, yakni Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan DKI Jakarta.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa banjir kali ini menyasar kawasan dataran rendah, daerah aliran sungai (DAS) yang meluap, serta permukiman padat penduduk.
Banjir di Kabupaten Tangerang memakan korban jiwa. Di Desa Kosambi (Kecamatan Kosambi) dan Desa Cikande (Kecamatan Jayanti), sebanyak 239 rumah warga terendam air.
"Dalam peristiwa ini dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Sementara itu, di Kota Tangerang, genangan air menyebar di delapan kecamatan, meliputi Jatiuwung, Priuk, Benda, Cibodas, Karang Tengah, Pinang, Larangan, dan Cipondoh. Warga mulai mengungsi karena air sungai yang terus meluap.
"Kondisi terkini debit air kali atau sungai masih mengalami kenaikan," jelasnya. Setidaknya 21 warga kini berada di pos pengungsian Damkar Benda, sementara total kerugian materiil masih dalam pendataan.
Banjir bandang juga menghantam Kabupaten Sumbawa sejak 19 Januari lalu. Dampak terparah terasa di Kecamatan Empang, Plampang, Tarano, dan Buer, yang mengakibatkan satu fasilitas pendidikan terdampak dan 162 rumah warga mengalami kerusakan.
Bencana serupa berlanjut pada Kamis (22/1) di Kabupaten Bima, di mana 54 rumah di Desa Labuan Kenanga diterjang banjir. Sedangkan di Lombok Barat, tepatnya di Dusun Presak, sebanyak 67 rumah warga juga ikut terendam.
Di ibu kota, banjir dilaporkan semakin meluas pada Jumat (23/1) siang. Berdasarkan data BPBD Jakarta, terdapat 143 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan yang terendam air.
Kondisi paling mengkhawatirkan terpantau di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Di Rawa Buaya dan Kosambi, ketinggian air sudah melampaui satu meter. Sementara itu, di Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, permukaan air mencapai kedalaman 1,2 meter.
Abdul Muhari menegaskan bahwa tim gabungan masih berada di lokasi bencana untuk memberikan pendampingan medis, logistik, serta melakukan asesmen kerusakan.
BNPB pun mengeluarkan peringatan khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan.Â
Pemerintah daerah dan warga, terutama yang bermukim di bantaran sungai, diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan selalu memantau informasi cuaca resmi agar risiko bencana dapat diminimalisir. (ant/dpi)
Load more