GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pendaki Meninggal di Gunung Slamet Diduga Hipotermia, Ini Penjelasan Lengkap tentang Bahaya Hipotermia

Pendaki di Gunung Slamet meninggal diduga akibat hipotermia. Kenali penyebab, gejala, penanganan, dan cara mencegah hipotermia.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:21 WIB
Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Kasus hipotermia kembali menjadi perhatian publik setelah seorang pendaki bernama Syafiq Ali Razan (18) ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet, Jawa Tengah. Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama lebih dari 17 hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tim SAR menduga kuat penyebab kematian korban adalah hipotermia, kondisi medis darurat akibat turunnya suhu tubuh secara drastis.

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, mengungkapkan bahwa korban diduga meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Tanda-tanda khas hipotermia juga ditemukan di sekitar lokasi, seperti pakaian yang dilepas korban, sepatu dan kaus kaki yang tercecer, serta kondisi tubuh yang menunjukkan paparan dingin ekstrem.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi,” ujar Arie dalam rekaman video yang diterima media.

Kasus pendaki meninggal akibat hipotermia ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para pendaki gunung dan pecinta alam, tentang bahaya serius dari kondisi tersebut.

Apa Itu Hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi gawat darurat ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius. Padahal, suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5 hingga 37,3 derajat Celsius. Ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan kemampuan menghasilkan panas, maka risiko hipotermia meningkat.

Dokter emergency dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB, menjelaskan bahwa hipotermia dapat mengganggu metabolisme tubuh yang berfungsi menjaga kestabilan suhu.

“Jika suhu tubuh turun di bawah 36 derajat hingga 34 derajat Celsius, metabolisme akan terganggu. Bila sangat berat, metabolisme bisa berhenti dan menyebabkan kematian,” jelas dr Wisnu.

Mengapa Hipotermia Bisa Mematikan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kondisi hipotermia berat, organ vital seperti jantung dan otak tidak dapat bekerja optimal. Denyut jantung melambat, pernapasan melemah, hingga berisiko menyebabkan henti jantung. Itulah sebabnya, hipotermia termasuk kondisi medis darurat yang memerlukan penanganan cepat.

Menurut dr Wisnu, lama seseorang bisa bertahan dalam kondisi hipotermia sangat bergantung pada suhu lingkungan, kondisi fisik, kecukupan cairan dan energi, serta apakah pakaian yang dikenakan dalam keadaan basah atau kering.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD lontarkan kritikan keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi KPK
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: sindiran pelatih Bulgaria, starting XI John Herdman bikin netizen heboh, hingga Calvin Verdonk disorot media Prancis.
Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Para pemain Persib Bandung kompak memberikan reaksi tak lama setelah Beckham Putra mencetak dua gol kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis.
Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Aksi berkelas Beckham Putra yang sukses bikin dua gol untuk Timnas Indonesia ke gawang Saint Kitts and Nevis di FIFA Series mendapat pujian dari media Bulgaria.
Selengkapnya

Viral