News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

'Duh Bun, Aku Kesasar ke Gunung Slamet', Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia, Ayah Pilih Ikhlas

Bagi sang ayah, Dani Rusman, kepulangan Syafiq Ali bukan sekadar kembali dari gunung, melainkan kembali ke pangkuan Sang Pencipta.
Jumat, 16 Januari 2026 - 09:43 WIB
Proses evakuasi pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ali
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Keikhlasan menjadi penutup dari perjalanan panjang pencarian Syafiq Ali (18), pendaki Gunung Slamet asal Magelang yang sempat dinyatakan hilang dan akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah 17 hari pencarian.

Bagi sang ayah, Dani Rusman, kepulangan Syafiq Ali bukan sekadar kembali dari gunung, melainkan kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Dengan hati yang berat, Dani mengaku telah mengikhlaskan kepergian putra bungsunya itu, yang kini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sidotopo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski telah ikhlas, Dani mengaku masih terngiang pesan terakhir yang dikirim Syafiq Ali kepada ibundanya sebelum dinyatakan hilang. Pesan singkat itu kini menjadi kenangan paling pilu bagi keluarga.

“Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet,” tulis Syafiq dalam pesan terakhirnya.

Jenazah Syafiq Ali tiba di rumah duka di Perumahan Depkes, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (15/1/2026) malam sekitar pukul 20.27 WIB. Tangis keluarga dan kerabat pun pecah saat peti jenazah diturunkan.

Syafiq Ali diketahui sempat hilang sejak akhir Desember 2025. Setelah 17 hari pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan dan relawan, jasad Syafiq Ali akhirnya ditemukan. Namun, ia pulang dalam kondisi tak bernyawa.

Setibanya di Magelang, jenazah Syafiq Ali langsung disalatkan di masjid setempat sebelum dimakamkan di TPU Sidotopo. Sebelumnya, jenazah sempat dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk menjalani visum luar.

Dani Rusman menegaskan dirinya telah menerima kepergian sang anak dengan lapang dada.

“Kami telah mengikhlaskan kepergiannya. Anak saya memang murni musibah kecelakaan,” ucap Dani.

Pesan Terakhir yang Jadi Isyarat Pilu

Dani mengungkapkan, Syafiq Ali bukanlah pendaki berpengalaman. Gunung Andong menjadi pendakian pertamanya, sementara Gunung Slamet adalah gunung kedua sekaligus terakhir yang ia daki.

Bahkan, rencana pendakian tersebut tidak sepenuhnya direncanakan sejak awal.

“Syafiq awalnya pamit ke Gunung Sumbing,” tutur Dani.

Namun, di tengah perjalanan, Syafiq Ali justru berbelok ke Gunung Slamet. Kepada ibunya, ia sempat mengirimkan pesan yang kini menjadi penanda awal musibah tersebut.

“Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet,” tulis Syafiq 

Bagi Dani, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, khususnya para pendaki pemula.

“Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Mendaki itu harus betul-betul dengan izin dan restu orang tua. Jangan sampai terulang,” ujarnya.

Ia berharap Syafiq Ali menjadi anak terakhir yang harus kehilangan nyawa dalam kondisi serupa.

Selama proses pencarian, Dani dan keluarga terus berikhtiar. Doa tak pernah putus, sementara upaya pencarian dilakukan dari satu basecamp ke basecamp lainnya.

“Segala macam cara kami lakukan. Tapi mungkin Allah saat itu belum menunjukkan kekuasaan-Nya. Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan sehingga Syafiq bisa ketemu,” katanya.

Di balik duka mendalam, Dani menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan, relawan, dan warga Desa Clekatakan yang tanpa pamrih membantu proses pencarian.

“Mereka luar biasa. Naik turun gunung siang malam, hujan badai, tanpa pandang bulu. Semua ikhlas membantu mencari anak kami,” ungkapnya.

Keluarga juga memutuskan untuk tidak melakukan otopsi terhadap jenazah Syafiq Ali. Dani menegaskan, anaknya meninggal karena musibah dan kecelakaan murni.

“Kami hanya ingin tahu perkiraan waktu meninggalnya anak kami, supaya bisa menentukan hari tahlil. Itu saja,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait isu yang sempat beredar mengenai keterangan Himawan, sahabat Syafiq sejak SMP yang juga ikut mendaki, Dani memilih untuk tidak berprasangka.

“Saya sudah ikhlas. Saya tidak mengaitkan ini dengan siapa pun. Himawan sahabat Ali, saya anggap juga anak saya sendiri,” tegasnya. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral