News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

HOAKS! Narasi Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China Adalah Menyesatkan, Cek Faktanya!

Informasi yang menyebutkan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang milik Jokowi di bank China senilai ribuan triliun rupiah, dipastikan menyesatkan alias hoaks!
Rabu, 14 Januari 2026 - 22:14 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) angkat bicara soal sejumlah unggahan yang beredar di media sosial dengan klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data dana milik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut tersimpan di sebuah bank di China dengan nilai mencapai ribuan triliun rupiah.

Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi resmi, informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konten menyesatkan itu tersebar melalui sejumlah akun Facebook dan disertai foto kolase tumpukan uang yang diklaim sebagai bukti temuan tersebut.

Narasi yang dibangun menyebutkan adanya dana fantastis milik Jokowi yang disebut baru terungkap.

Adapun keterangan yang dicantumkan dalam unggahan tersebut berbunyi:

"PURBAYA TEMUKAN DATA UANG JOKOWI RIBUAN TRILIUN DI SIMPAN DI BANK CHINA, M4KS4 TIGA PERIODE TERNYATA INI TO JAWABAN NYA"

Narasi HOAKS soal Purbaya Temukan Data Uang Jokowi di Bank China.
Narasi HOAKS soal Purbaya Temukan Data Uang Jokowi di Bank China.
Sumber :
  • Facebook

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan secara tegas membantah klaim yang beredar dan memastikan kabar tersebut merupakan informasi palsu alias Hoaks.

"Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa  menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di bank Cina adalah tidak benar atau HOAKS," tegas PPID Kemenkeu dalam berbagai platform resminya, Rabu (13/1/2026).

"Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya," jelasnya.

Hasil Penelusuran Cek Fakta

Berdasarkan hasil penelusuran, foto tumpukan uang yang digunakan dalam unggahan tersebut tidak berkaitan dengan klaim yang disampaikan.

Mengutip Kompas.com, penelusuran melalui mesin pencari gambar menunjukkan foto serupa pernah dimuat Harian Fajar pada 20 November 2025.

Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa uang yang ditampilkan merupakan hasil sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam perkara korupsi investasi fiktif di PT Taspen (Persero).

KPK menyebutkan, dana Rp300 miliar yang dipamerkan hanya sebagian dari total aset senilai Rp883 miliar yang berhasil dipulihkan dalam kasus tersebut.

Sementara itu, penelusuran melalui Google Search tidak menemukan satu pun informasi kredibel atau pemberitaan media arus utama yang menyebutkan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data dana milik Jokowi di bank China.

Sebelumnya, berbagai konten disinformasi juga sempat beredar di media sosial yang mengaitkan nama Jokowi dan Purbaya dalam isu lain, termasuk proyek kereta cepat, yang juga tidak didukung fakta.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Purbaya menemukan dana Jokowi senilai ribuan triliun di bank China dipastikan tidak berdasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Unggahan tersebut menggunakan foto lama yang tidak relevan dan memelintir konteks peristiwa.

Kesimpulannya, informasi yang beredar merupakan hoaks. Hingga kini tidak ada data valid maupun pernyataan resmi yang membenarkan adanya temuan dana milik Jokowi di bank China oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral