Warga Pesisir Selatan Kalteng Harus Waspada! BMKG Ingatkan Soal Gelombang Tinggi
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar nelayan dan masyarakat di sepanjang pesisir selatan Kalteng waspada gelombang laut setinggi 2,5 meter.
Hal itu disampaikan oleh prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya.
"Waspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah selama sepekan," katanya mengutip Antara pda Selasa.
Tak hanya itu, ia juga meminta masyarakat pesisir waspada saat beraktivitas di laut karena tinggi gelombang tersebut masuk kategori rendah hingga sedang.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk waspada adanya pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus yang berpotensi menjadikan hujan intensitas sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang air laut.
Muhammad Ihsan mengatakan, daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut.
Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Kalteng.
Dia menambahkan, selama sepekan ke depan potensi kecepatan angin diperkirakan antara 5-15 kilometer/jam. Angin ini umumnya bertiup dari arah tenggara menuju utara.
"Sementara untuk suhu udara berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celsius. Kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 100 persen," ujar Muhammad Ihsan.
Masyarakat pun dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Kalteng di tujuh kabupaten dan satu kota, selama tiga hari ke depan juga diperkirakan tidak ada potensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir.
Wilayah itu adalah Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Kondisi itu juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Muhammad Ihsan menambahkan, jika melihat fenomena tersebut, masyarakat diminta waspada dan segera mencari tempat teduh, namun tidak di bawah pohon.
"Saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, segera cari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.(ant/ree)
Load more