GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menkes Tegaskan Kematian Pasien Super Flu di RSHS Bandung Dipicu Komorbid, Bukan Murni Virus

Menkes Budi Gunadi menegaskan kematian pasien super flu di RSHS Bandung dipicu komorbid berat, bukan murni virus, dan bukan klaster baru.
Selasa, 13 Januari 2026 - 11:00 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan kepada awak media di RSUP dr Sardjito Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memberikan penjelasan terkait kasus kematian seorang pasien yang terinfeksi Influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal luas sebagai super flu di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. Menkes menegaskan bahwa penyebab utama kematian pasien tersebut bukanlah infeksi virus semata, melainkan kondisi penyakit penyerta atau komorbid yang telah lama diderita.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers pada Senin (12/1). Ia menekankan pentingnya memahami konteks medis secara utuh agar masyarakat tidak salah menafsirkan informasi terkait kematian pasien yang terinfeksi virus influenza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Menkes, keberadaan virus di dalam tubuh seseorang tidak otomatis menjadi penyebab langsung kematian, terutama jika pasien memiliki riwayat penyakit kronis yang berat. Dalam banyak kasus, komorbid justru menjadi faktor penentu yang memperburuk kondisi pasien hingga berujung fatal.

“Sebagai ilustrasi, jika seseorang sedang flu lalu mengalami kecelakaan tertabrak mobil dan meninggal dunia, maka penyebab kematiannya adalah kecelakaan tersebut, bukan flunya. Hal yang sama juga terjadi pada kasus di Bandung. Pasien tersebut meninggal karena memang memiliki riwayat penyakit lain yang cukup berat,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Menkes Pastikan Bukan Klaster Baru

Menkes juga meluruskan kekhawatiran publik terkait dugaan munculnya klaster baru super flu di Indonesia. Ia memastikan bahwa kasus yang ditangani RSHS Bandung bukanlah temuan baru, melainkan bagian dari data yang sudah lama berada dalam pemantauan Kementerian Kesehatan.

Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa secara nasional telah terdeteksi total 62 kasus Influenza A H3N2 subclade K di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, kasus di Bandung merupakan bagian dari rangkaian kasus tersebut, bukan lonjakan mendadak atau wabah baru.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus influenza, termasuk varian H3N2 subclade K, untuk memastikan situasi tetap terkendali.

RSHS Tangani 10 Pasien Super Flu

Sebelumnya, pihak RSHS Bandung melaporkan telah menangani 10 pasien dengan gejala infeksi Influenza A H3N2 subclade K. Dari jumlah tersebut, satu pasien dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang memburuk.

Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging RSHS Bandung, dr. Yovita Hartantri, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap pasien yang diduga terinfeksi super flu telah dilakukan sejak Agustus hingga November 2025. Berdasarkan evaluasi medis, tren kasus justru menunjukkan penurunan signifikan sejak November tahun lalu.

Meski demikian, dr. Yovita menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seluruh sampel baru diterima secara lengkap pada Januari 2026. Hal inilah yang membuat informasi mengenai 10 kasus positif tersebut baru diumumkan ke publik.

Menjangkiti Berbagai Kelompok Usia

Berdasarkan data medis RSHS Bandung, virus Influenza A H3N2 subclade K diketahui menyerang pasien dari berbagai kelompok usia. Dua di antaranya merupakan bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun, sementara pasien lainnya berusia 11 tahun hingga kelompok usia dewasa, dengan mayoritas berada pada rentang 20 hingga 60 tahun.

Temuan ini menunjukkan bahwa virus tersebut tidak mengenal batas usia dan dapat menginfeksi siapa saja. Namun, tingkat keparahan penyakit sangat bergantung pada kondisi kesehatan dasar masing-masing pasien.

Kematian Akibat Komplikasi Penyakit Berat

Terkait pasien yang meninggal dunia, dr. Yovita menjelaskan bahwa pasien tersebut termasuk dalam dua pasien dengan kondisi paling berat. Satu pasien menjalani perawatan di ruang high care unit (HCU), sementara pasien yang meninggal dunia dirawat di ruang intensive care unit (ICU).

Berdasarkan catatan medis, pasien tersebut memiliki riwayat penyakit penyerta yang kompleks, mulai dari stroke, gagal jantung, infeksi sistemik, hingga gagal ginjal. Kombinasi penyakit tersebut memperparah kondisi pasien selama perawatan.

“Pasien yang dirawat di ICU akhirnya meninggal dunia akibat komplikasi komorbid yang sangat kompleks. Dengan kondisi tersebut, kami tidak dapat menyatakan bahwa kematian ini disebabkan langsung oleh virus super flu,” tegas dr. Yovita.

Imbauan Menkes kepada Masyarakat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi informasi mengenai super flu. Ia menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh, terutama bagi individu dengan penyakit kronis, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Pemerintah memastikan pemantauan terhadap kasus influenza tetap berjalan dan meminta masyarakat menyaring informasi dengan bijak agar tidak terjebak pada kesimpulan yang menyesatkan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Baru-baru ini eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro lontarkan pengakuan yang mengejutkan publik. Pengakuan ini terkait koper miliknya yang berisi
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Spekulasi mengenai masa depan Marc Marquez kembali memanas setelah sang juara dunia MotoGP 2025 membuat prediksi mengejutkan tentang susunan pembalap musim 2027
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Baru-baru ini mencuat detik-detik mengerikan rumah anggota DPRD Jateng ditembak OTK, di Desa Capgwen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Pramac Yamaha ikut meramaikan rumor transfer pembalap MotoGP 2027 dengan memberikan isyarat soal potensi membawa kembali Jorge Martin dari tim Aprilia Racing.
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Mabes Polri menjadwalkan sidang kode etik terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus
Festival Ikan Bandeng Ternyata Punya Makna Filosofis Bagi Orang Betawi, Ini Kata Budayawan

Festival Ikan Bandeng Ternyata Punya Makna Filosofis Bagi Orang Betawi, Ini Kata Budayawan

Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, mengatakan bahwa Festival Ikan Bandeng memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat Betawi.

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Ramalan Keuangan Shio 17 Februari 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan Shio 17 Februari 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan keuangan shio untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular. Simak prediksi finansial serta tips mengatur pemasukan dan pengeluaran hari ini.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT