Prabowo: Puluhan Juta Anak Indonesia Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan
- YouTube/Setpres
Hambalang, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkap fakta terkait kondisi gizi anak-anak Indonesia, yakni puluhan juta di antaranya berangkat ke sekolah tanpa sarapan pagi.
Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian anak hanya mengonsumsi makanan seadanya, yang berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan mereka.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada agenda retret tertutup Kabinet Merah Putih yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Prabowo menuturkan, persoalan kekurangan gizi pada anak bukan hanya tercermin dari data stunting, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari yang dialami jutaan pelajar sebelum berangkat ke sekolah.
“Itu yang jelas dikatakan malnutrisi, stunting badannya sangat lemah, tapi pertumbuhannya tidak normal kemudian ternyata puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi banyak juga makan mereka hanya nasi dengan daun-daun,” ujar Prabowo.
Kondisi tersebut, kata Prabowo, menjadi salah satu alasan utama pemerintah mencanangkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang dengan merujuk pada praktik serupa di berbagai negara yang lebih dulu menjalankannya.
“Untuk itu, kita telah melihat contoh-contoh banyak negara, dan kita canangkan MBG ini kita,” katanya.
Prabowo mengungkapkan, hingga 6 Januari 2026, program MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk anak-anak dan ibu hamil.
“Hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat. 55 juta anak-anak Indonesia menerima makanan tiap hari. Dan termasuk ibu-ibu hamil,” ucap Prabowo.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai prestasi besar, bahkan melampaui pengalaman negara lain yang lebih dulu menjalankan program serupa. Prabowo membandingkan kecepatan Indonesia dengan Brasil dalam memperluas jangkauan penerima manfaat.
“Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brazil, Presiden Brazil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita 1 tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengakui pelaksanaan program berskala besar tidak terlepas dari kekurangan dan potensi penyimpangan. Namun, ia menegaskan tingkat keberhasilan program MBG tetap sangat tinggi.
Load more