Anggotanya Terlibat Penganiayaan hingga Tewaskan Satu Orang di Depok, TNI AL Janji Proses Hukum Transparan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa pihaknya akan memproses secara transparan kasus penganiayaan yang melibatkan anggota prajuritnya hingga menewaskan seorang di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat dini hari (2/1/2026).
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan, TNI AL tidak menutup mata atas keterlibatan anggotanya dalam kasus tersebut.
“Bahwa benar salah satu dari terduga pelaku adalah oknum anggota TNI AL atas nama Serda ‘M’,” ucap Tunggul, Minggu (4/1/2026).
Oleh karenanya, ia memastikan proses hukum telah berjalan dan dilakukan melalui mekanisme resmi.
“TNI AL melalui Polisi Militer Kodaeral III telah mengamankan terlapor Serda M dan telah menerima pelimpahan berkas perkara dari Polsek Cimanggis,” kata Tunggul.
Saat ini, terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Serda M sedang menjalani proses pemeriksaan intensif atas perbuatannya secara hukum militer,” ujarnya.
Tunggul menegaskan, institusinya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
“TNI AL menyayangkan terjadinya insiden ini dan menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional serta akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkasnya.
Sebelumnya, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan penanganan hukum dilakukan tanpa ditutup-tutupi.
“TNI AL menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban terkait insiden penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada Jumat dini hari (2/1),” tuturnya.
Ia menjelaskan, insiden bermula dari kecurigaan terhadap dua orang yang datang ke lingkungan tempat tinggal pelaku, yang kemudian berujung pada kekerasan fisik secara berlebihan.
“Peristiwa bermula saat Serda M bersama warga mencurigai bahwa dua orang yang datang ke wilayah tempat tinggalnya diduga akan melaksanakan transaksi ilegal,” jelas Tunggul.
“Serda M bersama warga melakukan tindakan kekerasan fisik secara berlebihan kepada kedua korban yang berakibat satu orang meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RS Bhayangkara Brimob, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat,” lanjutnya.
Diketahui, baru-baru ini beredar kabar di media sosial hingga media massa terkait detik-detik dua pria diduga dianiaya oknum TNI AL.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua orang tersebut berinisial WAT (24) dan DN (39), menjadi korban penganiayaan.
Keduanya diduga dianiaya oleh satu pria oknum TNI AL berpangkat Serda, di Tapos, Kota Depok.
Kasie Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan, penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (2/1) dini hari. Made mengatakan, laporan penganiayaan ini diterima Polsek Cimanggis pukul 04.30 WIB.
"Menurut info, Jumat pagi sekitar pukul 04.30 WIB, Polsek Cimanggis menerima dua orang korban penganiayaan yang berada di mobil box," beber Made kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Made menerangkan, kedua korban saat itu langsung dibawa ke RS Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, akibat luka yang dideritanya. Namun usai dirawat, salah satu korban, WAT, meninggal dunia di RS.
"Setelah dilakukan perawatan, satu korban meninggal dan satu lagi selamat dan masih dalam perawatan," kata Made. (rpi/iwh)
Load more