News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggota DPD RI Soroti Pentingnya Redesain Otonomi Daerah, Ungkap Setidaknya Lima Sektor Ini harus Diperbaiki

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris menyoroti soal penerapan otonomi daerah di Indonesia selama diberlakukan pascareformasi. Ada lima hal yang...
Rabu, 31 Desember 2025 - 14:29 WIB
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris
Sumber :
  • Humas DPD RI

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris menyoroti soal penerapan otonomi daerah di Indonesia selama diberlakukan pascareformasi.

Menurutnya, otonomi daerah telah memberikan banyak capaian positif yang patut diparesiasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Fahira, kebijakan otonomi daerah memberikan beberapa manfaat seperti mendekatkan negara dengan rakyat, membuka ruang inovasi kebijakan lokal, hingga meningkatkan percepatan pelayanan public.

"Secara prinsip, otonomi daerah adalah upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif, demokratis, dan berkeadilan. Banyak daerah yang menunjukkan kemajuan signifikan karena diberi ruang mengelola urusannya sendiri," kata Fahira, Rabu (31/12/2025).

Meski demikian, ia tidak membantah bahwa masih ada hal yang harus diperbaiki dalam penerapannya.

Dirinya berpendapat, dalam praktik penerapan kebijakan otonomi daerah, masih ada tantangan struktural yang menjadi kendala.

"Sehingga perlu dilakukan redesain otonomi daerah yang lebih berani, terarah, dan konsisten agar benar-benar menjadi fondasi Indonesia maju," kata dia lagi.

Beberapa tantangan struktural tersebut, salah satunya terkait pembagian kewenangan yang tumpah tindih antara pemerintah pusat dan daerah.

Fahira menuturkan, tumpang tindih yang tidak jelas ini membuat pelaksanaan kebijakan terkendala apalagi jika sedang terjadi krisis seperti bencana besar.

Selain itu, lanjut dia, Fahira juga menegaskan bahwa daerah tidak boleh hanya menjadi pelaksana kebijakan pusat.

Ia menegaskan, adanya otonomi berarti memberi ruang daerah untuk mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Terkait masalah-masalah itu, Fahira menilai setidaknya ada lima sektor otonomi yang harus dilakukan redesain.

Pertama, terkait pembagian urusan antara pemerintah harus dipertegas, mana yang menjadi domain kabupaten/kota dan provinsi.

Kedua, Fahira menilai perlu adanya desentralisasi asimetris secara lebih serius. Sebab, tidak semua daerah bisa mendapatkan perlakuan yang sama.

Ketiga, ia juga mendorong adanya kemandirian fiskal daerah. Hal ini, lanjut dia, harus menjadi agenda nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keempat, pusat dan daerah harus membangun hubungan kemitraan, bukan subordinasi. Di satu sisi, pemerintah pusat memegang kepentingan nasional. Namun, posisi daerah mestinya menjadi mitra strategis bukan objek kebijakan.

Kelima, ia juga mendukung dijaganya demokrasi lokal dan partisipasi publik sebagai ruh otonomi daerah.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros akan diolah menjadi tenaga listrik
Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Kapten Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, menilai performa timnya saat mengalahkan Jakarta Garuda Jaya berjalan cukup optimal.
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 
Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung kaget dengan adanya penampakan benda bercahaya misterius bak roket melintasi di atas langit saat malam hari di Provinsi Lampung. 
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, berpotensi meningkat pada 2026, seiring dengan kelanjutan pembangunan
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 

Trending

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Pakistan pada hari Jumat menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan, sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban kenaik
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

PSSI tengah berburu lawan ideal untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday 1-9 Juni 2026. Ada Italia, Serbia, hingga tim Asia Tenggara yang siap uji mental Garuda.
Selengkapnya

Viral