Perempuan dan SDM Unggul, Fondasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com — Pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan kian menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, melainkan oleh kualitas manusianya. Dalam konteks ini, peran perempuan—terutama ibu—menjadi fondasi strategis yang menentukan arah peradaban dan daya saing Indonesia di masa depan.
Perempuan memegang posisi kunci dalam membentuk karakter, nilai, dan kapasitas generasi penerus sejak fase paling awal kehidupan. Dari lingkungan keluarga, proses pembangunan SDM sejatinya dimulai. Kualitas pendidikan, literasi, serta keteladanan di rumah menjadi pondasi utama yang akan menentukan kesiapan anak menghadapi tantangan global.
Kesadaran inilah yang menguatkan urgensi pembangunan SDM yang tidak parsial dan sektoral. Pembangunan manusia perlu dirancang secara sistemik, berkelanjutan, dan terintegrasi dari hulu ke hilir—mulai dari keluarga, pendidikan, dunia kerja, hingga ekosistem sosial yang menopangnya. Pemberdayaan perempuan, peningkatan kapasitas ibu, dan penguatan institusi keluarga menjadi prasyarat lahirnya generasi unggul yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing global.
Pendekatan tersebut menempatkan perempuan bukan sekadar sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai aktor strategis. Anak-anak yang tumbuh dari ibu yang berdaya dan berpengetahuan diyakini akan membawa nilai-nilai keunggulan yang berkelanjutan bagi bangsa. Dengan fondasi ini, visi besar Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadi target demografis, tetapi juga proyek peradaban.
Gagasan besar tentang pentingnya orkestrasi pembangunan SDM inilah yang kemudian dirangkum dalam buku “Indonesiaku 2045: Orkestrasi Pembangunan SDM Indonesia Berkelanjutan”. Buku tersebut resmi diluncurkan pada 18 Oktober 2025 di Roemah Kuliner, Menteng, Jakarta Pusat, dan dihadiri berbagai tokoh lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, BUMN, swasta, hingga generasi muda.
Penulis buku, Herdy Harman, menekankan bahwa pembangunan SDM harus dipandang sebagai sebuah orkestrasi besar, layaknya pengelolaan talenta dalam korporasi. Menurutnya, manusia merupakan aset strategis bangsa yang perlu dikelola secara terencana dan terintegrasi, mulai dari perencanaan, pengembangan, hingga keberlanjutan perannya dalam pembangunan nasional.
Peluncuran buku ini juga mendapat apresiasi dari jurnalis senior Andi F. Noya. Ia menilai karya tersebut sebagai refleksi mendalam yang menempatkan pembangunan manusia sebagai inti peradaban bangsa, tidak hanya dari sisi kompetensi, tetapi juga karakter dan nilai.
Load more