SDGs Hero Volunteer Goes to School, Ajak Siswa SMA Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan
- ist
“Tadi kami di Plasticpay membuat ikrar budaya sampah supaya siswa menjiwai, memahami bahwa kurikulum ekonomi hijau wajib di level paling kecil mulai dari lingkup sekolah. Ini selaras dengan nilai SDGs nomor 12 responsible consumption and responsible production jua SDGs nomor 17 partnership for the goals karena untuk urusan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama,” jelas Imam.
SDGs Hero Volunteer batch 3 ini diikuti oleh 22 relawan terpilih yang telah melewati proses seleksi dari 86 pendaftar. Pemuda memiliki peran penting dalam mendorong aksi-aksi ramah lingkungan. Ini selaras dengan yang dilakukan oleh AIESEC, organisasi pemuda internasional yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan.
Dalam hal lingkungan, AIESEC Indonesia fokus pada pemberdayaan pemuda untuk mengatasi isu global melalui kegiatan kerelawanan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
“Melihat antusias peserta hari ini, aku yakin kegiatan-kegiatan seperti ini untuk menyuarakan agar kita bisa lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, akan menjadi kegiatan yang impactful. Ke depannya selain terus mengedukasi pihak sekolah mungkin bisa membuat sistem agar seluruh warga sekolah bisa memiliki culture pelestarian lingkungan,” tambah Diva.
Tidak hanya meningkatkan kesadaran para siswa, para relawan juga memberikan pendalaman wawasan terkait gaya hidup ramah lingkungan dan mobilitas hijau dengan mengunjungi siswa kelas X untuk mengadakan pre test, post test, relay the idea, edukasi keselamatan dalam melintasi kereta api oleh petugas KAI, dan ditutup dengan cerdas cermat antar kelas.
SMAN 37 Jakarta merupakan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi yang telah menerapkan inisiatif-inisiatif hijau seperti daur ulang dan pengadaan hidroponik.
Kepala Sekolah SMAN 37 Jakarta, Lilik Setyohartanti menyambut baik dan mengapresiasi SDGs Hero Volunteer goes to school karena menambah wawasan para siswa terkait bagaimana memulai gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Kami senang sekali dengan adanya kegiatan ini, anak-anak jadi lebih memahami dan semoga bisa lebih peduli terhadap lingkungannya. Acara ini juga membuka kesempatan bagi kami untuk bisa bekerja sama dengan industri agar bisa masuk ke sekolah untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan sekolah yang lebih asri,” ungkap Lilik.
Load more