GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Viktimologi Soroti Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu di Medan, Singgung Jadi Perhatian untuk Keluarga KDRT

Pakar Viktimologi UI Heru Susetyo menganalisa kasus anak diduga bunuh ibu kandung sebanyak 20 tusukan di Medan Sunggal, Medan, Rabu (10/12/2025) dini hari.
Minggu, 14 Desember 2025 - 13:28 WIB
Misteri kasus anak diduga bunuh ibu kandung di Medan
Sumber :
  • Kolase iStockPhoto & tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus AI (13), anak diduga bunuh ibu kandung, F (42) di Medan mencuri perhatian publik. Pasalnya kasus pembunuhan ini telah merebak di ruang publik.

AI diduga membunuh ibu kandung sendiri di kamar tidur rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Rabu (10/12/2025) dini hari WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar Viktimologi UI Prof. Heru Susetyo menyoroti kasus anak diduga menikam ibu kandungnya. Ia merasa prihatin kasus ini sangat memilukan sehingga menuai sorotan publik.

"Kita sama-sama sedih dan prihatin juga, ini mungkin bisa dibilang bencana nasional juga ya. Karena pembunuhan dalam keluarga ini sebenarnya tidak banyak terjadi, walaupun belakangan di Indonesia mulai sering terjadi," ujar Heru di program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne dikutip, Minggu (14/12/2025).

Heru menganalisa kasus ini dari perspektif kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Biasanya kasus KDRT sering terjadi dari orang tua kepada anak.

Pakar Viktimologi UI Heru Susetyo soroti kasus anak diduga bunuh ibu kandung 20 tusukan di Medan
Pakar Viktimologi UI Heru Susetyo soroti kasus anak diduga bunuh ibu kandung 20 tusukan di Medan
Sumber :
  • tvOneNews

Kasus KDRT juga kerap terjadi terhadap sesama pasangannya. Walau begitu, hal ini tak menutup kemungkinan anak melakukan pembunuhan terhadap orang tuanya sendiri.

Heru enggan memberikan pendapat secara detail lebih lanjut. Ia masih menunggu hasil proses pemeriksaan Kepolisian terkait motif kasus ini.

Ia meminta publik tidak boleh mengecap anak diduga bunuh ibu sebagai terduga pelaku utama. Menurutnya, AI diduga menjadi ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum).

Ia menganalisa ada trauma yang dihadapi AI. Jika menjadi korban lingkungan dan sosial, tentu hal ini tidak boleh terjadi dan dirasakan oleh seorang anak.

"Beliau juga anak-anak kategorinya adalah mungkin juga korban dari lingkungan atau korban dari situasi sosial yang kurang menguntungkan buat dia yang sekarang dihadapkan pada sesuatu yang mungkin bisa membuat trauma seumur hidup," jelasnya.

Lebih lanjut, Heru melihat sangat jarang ditemukannya kasus anak perempuan membunuh ibu kandung. Alasannya karena anak perempuan memiliki kedekatan khusus secara psikologis.

"Anak perempuan ini agak jarang memang. Terlepas masalah gender, cuma memang anak perempuan jarang membunuh orang tua, apalagi ibunya karena biasanya ada kedekatan secara psikologis, secara biologis dengan seorang orang tua," tuturnya.

Alarm untuk Keluarga yang KDRT

Kasus ini tentu menjadi alarm bagi para keluarga. Ia memberikan pesan kasus AI diduga membunuh FS sebagai renungan penting untuk keluarga yang mengalami KDRT.

"Kasus yang harus menjadi perhatian kita semua, tidak sekadar para penegak hukum, tapi juga pemerhati masalah keluarga, ketahanan keluarga bermasalah," pesan dia.

Ia mengatakan, kasus ini jika tidak diantisipasi sedari sekarang dikhawatirkan akan terulang lagi. Kasus seperti ini rentan dijadikan contoh para pelaku yang niat jahat terhadap keluarganya.

"Karena orang itu biasanya belajar dari lingkungan, belajar dari media sosial, dia melihat pelaku yang sama di tempat lain akhirnya direplikasi dengan alasan yang berbeda-beda," terangnya.

Ia menambahkan, kasus siswi SD diduga membunuh ibu kandung yang sedang tidur di Medan menjadi pekerjaan khusus untuk para aparat penegak hukum.

"Termasuk memikirkan pola-pola apa yang paling tepat buat menanganinya. Kriminal tidak hanya sekadar kriminal, ada masalah sosial di situ, ada masalah penyimpangan sosial, masalah lingkungan," tukasnya.

Awal Mula Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan

Ibu (lingkaran hitam) di Medan diduga dibunuh anaknya (baju hitam)
Ibu (lingkaran hitam) di Medan diduga dibunuh anaknya (baju hitam)
Sumber :
  • Tangkapan Layar TikTok @faizahshoraya

Sebelumnya, kasus pembunuhan anak terhadap ibu kandungnya mencuat pertama kali pada Rabu (10/12/2025). Korban FS ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan tidak bernyawa di kamar tidurnya.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa pada dini hari di kediamannya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Medan.

Pada saat itu, korban terakhir kali tidur bersama kedua anaknya, AI dan AJ di lantai bawah rumahnya. Jasad FS yang sudah dalam kondisi mengenaskan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Suami korban langsung melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian. Motif terduga pelaku membunuh FS karena sakit hati akibat percekcokan.

Kepala lingkungan setempat, Toni membeberkan berdasarkan keterangan dari suami korban, AI diduga tega menganiaya ibu kandungnya menggunakan benda tajam.

"Pelakunya anaknya (korban) yang paling kecil. (Informasi) dari bapaknya, semalam kakaknya itu dimarahi sama korban itu, entah kesindir atau apa," ungkap Toni, Rabu (10/12/2025).

Namun demikian, publik masih belum mempercayai AI sebagai terduga pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan secara total sekitar 20 luka tusukan di tubuh korban, khususnya di bagian punggung dan tangan.

Sementara pihak Kepolisian telah mengamankan AI sebagai terduga pelaku utama. Anak perempuan tersebut merupakan siswi kelas 6 SD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi hingga saat ini masih mendalami dan melakukan penyelidikan motif kasus pembunuhan terhadap FS di kamar tidurnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kata-kata Ko Hee-jin Sebelum Red Sparks Tersungkur di Kandang oleh Hyundai Hillstate

Kata-kata Ko Hee-jin Sebelum Red Sparks Tersungkur di Kandang oleh Hyundai Hillstate

Sebelum Red Sparks dikalahkan Hyundai Hillstate di kandang, pelatih Ko Hee-jin memberikan pesan penting dan apresiasi atas usaha para pemainnya meski hasil.
Ilia Topuria vs Justin Gaethje: Paddy Pimblett Ungkap Potensi Kejutan di UFC White House

Ilia Topuria vs Justin Gaethje: Paddy Pimblett Ungkap Potensi Kejutan di UFC White House

Paddy Pimblett memprediksi duel utama UFC White House antara Ilia Topuria dan Justin Gaethje pada Juni, menyebut Gaethje berpotensi akan membuat kejutan besar.
Jake Paul Siap Tampung Jon Jones Jika Tinggalkan UFC: Anda Akan Dibayar Sepadan

Jake Paul Siap Tampung Jon Jones Jika Tinggalkan UFC: Anda Akan Dibayar Sepadan

Jake Paul siap menampung Jon Jones jika mantan juara UFC itu meninggalkan organisasi, menjanjikan bayaran yang sepadan setelah perselisihan dengan Dana White.
Swiss Open 2026: Jafar/Felisha Ungkap Kunci Kemenangan atas Ganda Malaysia di 16 Besar

Swiss Open 2026: Jafar/Felisha Ungkap Kunci Kemenangan atas Ganda Malaysia di 16 Besar

Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, melanjutkan tren positif mereka di ajang Swiss Open 2026.
BMKG Prediksi Terjadi Hujan saat Mudik Lebaran, Polri Siapkan Alternatif Rute Jalur-Tempat Evakuasi

BMKG Prediksi Terjadi Hujan saat Mudik Lebaran, Polri Siapkan Alternatif Rute Jalur-Tempat Evakuasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa BMKG memprediksi akan terjadi hujan hingga potensi bencana saat mudik lebaran Idul Fitri 2026.
Momen Banser Bakar Baju Akibat Kecewa Penahanan Gus Yaqut Yang Terjerat Kasus Korupsi Kuota Haji

Momen Banser Bakar Baju Akibat Kecewa Penahanan Gus Yaqut Yang Terjerat Kasus Korupsi Kuota Haji

Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggeruduk kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/3/2026). Berdasarkan pantauan, mereka mulai

Trending

Kapolri Minta Anggota Patroli Rutin Jelang Perayaan Idul Fitri, Cegah Gangguan Kamtibmas

Kapolri Minta Anggota Patroli Rutin Jelang Perayaan Idul Fitri, Cegah Gangguan Kamtibmas

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan terdapat sejumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang perlu diantisipasi jelang perayaan Idul Fitri 2026. 
Momen Banser Bakar Baju Akibat Kecewa Penahanan Gus Yaqut Yang Terjerat Kasus Korupsi Kuota Haji

Momen Banser Bakar Baju Akibat Kecewa Penahanan Gus Yaqut Yang Terjerat Kasus Korupsi Kuota Haji

Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggeruduk kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/3/2026). Berdasarkan pantauan, mereka mulai
Red Sparks Kembali Remuk, Hyundai Hillstate Berpeluang Salip Hi-Pass di Puncak Klasemen V-League

Red Sparks Kembali Remuk, Hyundai Hillstate Berpeluang Salip Hi-Pass di Puncak Klasemen V-League

Hyundai Hillstate mengalahkan Jung Kwan Jang Red Sparks 3-1 di V-League 2025-2026, membuka peluang menyalip Korea Expressway Hi-Pass di puncak klasemen reguler.
DPRD Surabaya Dorong Perbaikan Jalan dan Penambahan Satgas Kemacetan Jelang Mudik

DPRD Surabaya Dorong Perbaikan Jalan dan Penambahan Satgas Kemacetan Jelang Mudik

DPRD Kota Surabaya menyoroti kesiapan infrastruktur kota menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Swiss Open 2026: Jafar/Felisha Ungkap Kunci Kemenangan atas Ganda Malaysia di 16 Besar

Swiss Open 2026: Jafar/Felisha Ungkap Kunci Kemenangan atas Ganda Malaysia di 16 Besar

Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, melanjutkan tren positif mereka di ajang Swiss Open 2026.
BMKG Prediksi Terjadi Hujan saat Mudik Lebaran, Polri Siapkan Alternatif Rute Jalur-Tempat Evakuasi

BMKG Prediksi Terjadi Hujan saat Mudik Lebaran, Polri Siapkan Alternatif Rute Jalur-Tempat Evakuasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa BMKG memprediksi akan terjadi hujan hingga potensi bencana saat mudik lebaran Idul Fitri 2026.
Resmi Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Thom Haye Pamit Tinggalkan Persib Bandung

Resmi Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Thom Haye Pamit Tinggalkan Persib Bandung

Thom Haye pamit dari Persib Bandung setelah dicoret dari skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Gelandang naturalisasi itu memilih pulang ke Belanda.
Selengkapnya

Viral