Menteri PU Pastikan Jalur Langkat–Aceh Tamiang Kembali Jadi Akses Utama Distribusi Bantuan Pascabencana
- Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno
Aceh, tvOnenews.com - Kementerian Pekerjaan Umum memastikan jalur utama Langkat–Aceh Tamiang kini kembali dapat digunakan sebagai akses distribusi bantuan untuk wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan mobilitas masyarakat dan pendistribusian logistik setelah banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan seluruh unsur teknis kementerian telah bergerak sejak hari pertama bencana, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Prioritas utama pemerintah adalah membuka konektivitas jalan dan memastikan bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan.
“Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan BPBD dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Akses Jalan Nasional Mulai Pulih
Kementerian PU melaporkan kondisi akses dari Sumatera Utara menuju Aceh, terutama dari Medan ke Aceh Tamiang, kini berangsur membaik. Kendaraan pengangkut logistik dan bantuan sembako telah dapat melintas kembali menuju wilayah terdampak.
Akses melalui jalur tol Medan–Pangkalan Brandan sepanjang 73 kilometer juga sudah beroperasi dua arah dan menjadi rute yang disarankan untuk kendaraan bantuan maupun masyarakat. Sementara itu, ruas jalan nasional Pangkalan Brandan–Tanjung Pura hingga menuju Aceh dinyatakan aman dan masih dapat dilalui.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut) masih melakukan pembersihan sedimentasi dan material banjir di sejumlah titik untuk memastikan keamanan pengguna jalan. Pemerintah menargetkan penanganan darurat dapat rampung sebelum 16 Desember 2025, atau sebelum arus mudik libur Natal dan Tahun Baru.
Ratusan Personel dan Puluhan Alat Berat Dikerahkan
Sejak awal bencana, Kementerian PU telah mengerahkan alat berat dan tim lapangan untuk mempercepat penanganan darurat. Sampai hari ini, total 310 personel disiagakan di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh 121 personel, Sumatera Utara 85 personel, dan Sumatera Barat 104 personel.
Selain personel, bantuan alat berat juga disebar di titik-titik prioritas. Di Provinsi Aceh tersedia 13 ekskavator, 9 loader, 16 dump truck, serta peralatan DRU untuk pembersihan material longsor. Sumatera Utara mendapatkan dukungan berupa 27 ekskavator, 8 loader, 4 backhoe loader serta tambahan unit yang sedang dalam perjalanan. Sementara di Sumatera Barat terdapat 19 ekskavator, 11 dump truck, 6 wheel loader, serta pompa mobile untuk penanganan genangan air.
Load more