News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Greenpeace Desak Pemerintah Evaluasi Izin Tambang dan Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera

Greenpeace soroti soal perizinan penambangan hingga pembukaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Pulau Sumatera.
Minggu, 30 November 2025 - 17:42 WIB
Banjir dan Longsor di Sumut Diduga Karena Illegal Logging, Ribuan Orang Jadi Korban, Kayu Gelondongan Penuhi Sungai
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Greenpeace soroti soal perizinan tambang hingga pembukaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Pulau Sumatera.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas mengungkapkan pemerintah perlu adanya langkah tegas pasca terjadinya bencana alam yang terjadi di Sumatera beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu upaya yang harus dilakukan mengenai evaluasi kebijakan izin bagi para pengusaha untuk mengubah alih fungsi lahan khususnya di daerah aliran sungai (DAS).

"Nah ini yang harus dilakukan pemerintah, jadi dia harus mengevaluasi semua izin-izin itu dan kemudian menggunakan pendekatan analisis daya tampung bioregional dan daerah aliran sungai," kata dia kepada tvOnenews, Minggu (30/11/2025).

Selain itu, Arie juga meminta agar pemerintah segera melakukan pemulihan pasca terjadinya bencana alam.

"Memulihkan wilayah-wilayah yang sudah rusak," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Greenpeace soroti izin ekploitasi alam dengan skala besar yang terjadi di wilayah Pulau Sumatera yang menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas mengungkapkan, bahwa sejauh ini banyak izin usaha pertambangan, kelapa sawit hingga hutan tanaman industri yang terjadi di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS).

Izin tersebut tentunya berdampak terhadap fungsi hutan alam yang kini sudah tidak dapat menampung air saat hujan dengan intensitas tinggi melanda.

Akibatnya, bencana alam seperti banjir dan hujan longsor terjadi di wilayah Sumatera.

"Misalnya DAS Barang Toru, kami melihat di wilayah-wilayah ujung hulunya itu sudah dirubah fungsinya untuk pertanian gitu ya, wilayah tengahnya memang masih ada hutan di wilayah ilirnya itu sudah ada sawit," kata dia kepada tvOnenews, Minggu (30/11/2025).

Arie menuturkan, untuk wilayah DAS Batang Toru, luas hutan alam secara keseluruhan mencapai 167 hektare. 

Namun sejak tahun 90 hingga awal tahun 2000an, luas tersebut berkurang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkurangnya luas area hutam alam diakibatkan karena adanya izin-izin kepada perusahaan untuk melakukan pertambangan hingga peralihat fusing menjadi perkebunan sawit.

"Nah izin-izin yang sudah ada disana itu sekitar 94 ribu hektare ya atau sekitar 28 persen dari total wilayah Das itu, itu sudah diberi izin berupa PBTH kemudian wilayah usaha pertambangan dan perkebunan kelapa sawit," jelasnya. (aha/muu)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral