News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jimly Asshiddiqie Sebut Sistem Negara Perlu Dievaluasi: Semua Lembaga Penegak Hukum Bermasalah

Ketua Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengatakan Indonesia perlu melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem ketatanegaraan, setelah 28 tahun
Rabu, 26 November 2025 - 15:40 WIB
Jimly Asshiddiqie sambangi rumah dinas Zulkifli Hasan, Rabu (26/11/2025)
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Jakarta, tvonenews.com - Ketua Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengatakan Indonesia perlu melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem ketatanegaraan, setelah 28 tahun reformasi.

Hal itu ia sampaikan saat bertemu Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di rumah dinasnya di Widya Chandra, Rabu (26/11/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jimly datang untuk menyerahkan bukunya yang berjudul “Menuju Perubahan Kelima UUD NRI Tahun 1945”.

“Alhamdulillah ketemu pimpinan PAN, maka kami diskusikan mengenai pentingnya Indonesia ini kalau bahasa anak muda, "di-reset". Sesudah 28 tahun sejak 98 ya kan, reformasi, ini perlu dievaluasi ulang menyeluruh. Bagaimana tentang struktur parlemennya, bagaimana kekuasaan kehakimannya, ” ucap Jimly kepada wartawan usai melakukan sarapan bersama Zulhas.

Ia menyebut banyak sektor yang perlu dibenahi, mulai dari parlemen hingga penegakan hukum.

“Kok keadilan rasanya makin menjauh dari rakyat kecil. Begitu juga birokrasi pemerintahan,” kata Jimly.

Adapun, Jimly juga menyoroti lembaga penegak hukum Polri. Jimly pun menyinggung inisiden kericuhan yang terjadi pada bulan Agustus lalu ketika sejumlah kantor polisi dirusak warga.

“Itu jadi tanda bahwa polisi perlu dievaluasi sebagai bagian dari pembenahan sistem penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga menyebut kasus besar seperti temuan uang triliunan di rumah Zarof Ricar, Mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) yang menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi untuk mengurus kasus Ronald Tannur.

“Misalnya kasus Zarof Ricar (cek), ditemukan di rumahnya itu Rp1 Triliun. Konon katanya ada Rp2 Triliun. 2T itu kan bukan lima tahun dikumpulin, pasti lama. Dan jangan-jangan itu uang sisa pula. Artinya ini puncak, ya kan, gunung es di situ. Kasus-kasus tuh banyak sekali. Artinya semua lembaga penegak hukum kita sedang bermasalah sekarang," beber Jimly.

Menurut Jimly, evaluasi bukan hanya untuk sektor hukum. Tetapi juga pada sektor parlemen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Lembaga MPR, DPR, DPD, DPRD di seluruh Indonesia juga perlu kita lihat ulang,” jelasnya.

Oleh sebab itu, menurut Jimly, saat ini bangsa Indonesia memiliki dua pekerjaan rumah (PR) besar, yakni percepatan reformasi Polri dan pembahasan amandemen kelima UUD 1945.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral