Cemburu Buta Jadi Pemicu Alex Iskandar Tega Culik dan Habisi Nyawa Alvaro Kiano
- Kolase Tim tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap motif ayah tiri Alvaro Kiano, Alex Iskandar tega menculik dan membunuh Alvaro hingga jasadnya ditemukan tinggal kerangka di sekitar kawasan Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo menerangkan, pelaku memiliki motif dendam pribadi terhadap istrinya, yaitu ibu Alvaro Kiano.
“Adapun motifnya, yaitu dari komunikasi yang ada, ada motif dendam pribadi dengan istrinya,” kata Ardian, di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11).
Kemudian, Ardian mengatakan, saat pelaku melancarkan aksinya, ibu korban (istrinya) tengah bekerja di luar negeri. Saat itu pelaku menduga bahwa istrinya melakukan perselingkuhan. Hal itu yang menjadi alasan pelaku membunuh Alvaro.
“Jadi, istri tersangka ini bekerja di luar negeri. Nah, akibat bekerja di luar negeri, dari hasil chat itu, muncul adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya. Nah, di situ ada motif tersendiri terhadap si tersangka ini untuk melakukan pembunuhan itu terhadap anak. Karena anak ini adalah anak tiri dari tersangka,” terang Ardian.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto juga menuturkan bahwa pelaku menduga, sang istri memiliki pria idaman lain.
“Jadi motifnya sudah ada dorongan dan terakumulasi. Diduga istrinya memiliki pria idaman lain,” tutur Bhudi.
Bahkan hal ini juga diperkuat dari hasil pecakapan digital pelaku. Penyidik menemukan adanya indikasi kuat dorongan emosional pelaku.
“Dari handphone yang diamankan, tefuga setelah terang-terangan menuliskan kalimat, 'gimana caranya gue balas dendam'. Ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan, serta rasa sakit hati yang ditujukan ke pihak tertentu. Hal ini diakui oleh tersangka yang melakukan penculikan terhadap ananda AKN, sampai dengan membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, kecamatan pesanggrahan Jakarta Selatan. Pada saat korban dibawa, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia,” beber Bhudi.
Sebelumnya, Nenek Alvaro Kiano, Sayem (53) mengungkap kronologi awal mula dugaan penculikan cucunya, Alvaro Kiano yang hilang sejak Maret 2025, dan ditemukan meninggal dunia tinggal kerangka di sekitar kawasan Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Load more