News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Respons Polda Metro soal Kubu Roy Suryo Cs Minta Gelar Perkara Khusus Kasus Ijazah Jokowi

Polda Metro Jaya merespons permintaan gelar perkara khusus dari kubu Roy Suryo cs dalam perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Jumat, 21 November 2025 - 20:00 WIB
Kabid Humas PMJ, Kombes Budi Hermanto
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Jakarta, tvonenews.com - Polda Metro Jaya akhirnya merespons permintaan gelar perkara khusus yang diajukan kubu Roy Suryo cs dalam perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Permohonan itu diajukan oleh tim kuasa hukum Roy Suryo Cs pada Kamis, 20 November 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa permintaan gelar perkara khusus bukan hal yang aneh dan dipersilakan saja. Sebab, menurutnya, permintaan itu adalah hak dari tersangka dan sudah diatur dalam regulasi.

“Gelar perkara khusus diajukan oleh tersangka kemarin sekitar tanggal 20 November dan itu merupakan hak dari tersangka dan diatur di dalam Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019,” ucap Budi, Jumat (21/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa penyidik akan menindaklanjuti permintaan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

“Dan ini mungkin nanti akan dilaksanakan gelar perkara khusus oleh penyidik,” kata Budi.

Diketahui, permintaan gelar perkara khusus ini diajukan di tengah proses penyidikan yang masih berjalan, termasuk pemeriksaan saksi dan ahli yang diajukan oleh para tersangka.

Budi juga menegaskan bahwa penanganan perkara tetap berjalan profesional tanpa intervensi politik, meski nama Roy Suryo menjadi sorotan publik.

“Dalam hal ini, kepolisian profesional dan independen dalam penanganan kasus tersangka RS cs. Kita menangani perkara berdasarkan laporan polisi yang diterima oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Polda Metro juga sebelumnya menetapkan pencekalan terhadap delapan tersangka selama 20 hari dan telah mengajukan perpanjangan hingga enam bulan untuk memastikan seluruh proses penyidikan berjalan lancar.

Sebelumnya, Ahmad Khozinudin, pengacara Roy cs, mengatakan pihaknya sudah mengajukan gelar perkara khusus ke Biro Pengawas Penyidikan (Wassidik) sejak 21 Juli lalu. Namun, permintaan itu sampai hari ini tidak ditindaklanjuti.

Oleh karenanya, pada Kamis (20/11/2025) kemarin, pihaknya kembali mengajukan gelar perkara khusus.

"Kami akan kembali mengirimkan permohonan gelar perkara khusus yang hari ini kami serahkan kembali ke Biro Wassidik,” kata Khozinudin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis.

Perlu diketahui, gelar perkara khusus (GPK) kasus ini telah digelar di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, pada 9 Juli 2025 lalu.

Roy Suryo menyerahkan laporan hasil analisisnya mengenai ijazah dan skripsi Jokowi yang dinilai 99,9 persen palsu ke Bareskrim.

GPK ini dilakukan lantaran Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) selaku pelapor menolak hasil gelar perkara yang diumumkan Bareskrim beberapa waktu sebelumnya karena merasa tidak dilibatkan. Mereka lantas meminta adanya gelar perkara khusus. (rpi/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros akan diolah menjadi tenaga listrik
Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Kapten Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, menilai performa timnya saat mengalahkan Jakarta Garuda Jaya berjalan cukup optimal.
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 
Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung kaget dengan adanya penampakan benda bercahaya misterius bak roket melintasi di atas langit saat malam hari di Provinsi Lampung. 
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, berpotensi meningkat pada 2026, seiring dengan kelanjutan pembangunan
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 

Trending

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Pakistan pada hari Jumat menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan, sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban kenaik
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

PSSI tengah berburu lawan ideal untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday 1-9 Juni 2026. Ada Italia, Serbia, hingga tim Asia Tenggara yang siap uji mental Garuda.
Selengkapnya

Viral