News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral! Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal Disebut Ingin Ganti Ahli Gizi dengan Lulusan SMA, Begini Kronologi Panasnya

Pernyataan Cucun Ahmad Syamsurijal soal ahli gizi bisa diganti lulusan SMA memicu polemik. Video viral, ahli gizi protes, BGN dinilai tak beri pembelaan.
Senin, 17 November 2025 - 14:52 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendadak viral dan memicu polemik nasional.

Dalam sebuah video TikTok yang diunggah akun @hudadv pada Minggu (16/11/2025), Cucun menyebut bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membutuhkan ahli gizi. Menurutnya, posisi tersebut dapat digantikan oleh lulusan SMA atau fresh graduate yang diberi pelatihan selama tiga bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan itu disampaikan Cucun dalam Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung. Video tersebut kemudian memantik reaksi keras dari para ahli gizi, organisasi profesi, hingga publik yang menilai kebijakan itu berpotensi mengancam kualitas gizi dalam program pemerintah.

Awal Polemik: Keluhan soal Kelangkaan Ahli Gizi

Polemik berawal ketika seorang peserta rapat menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) kesulitan mencari ahli gizi untuk ditempatkan di SPPG. Peserta itu pun memberi solusi agar BGN tidak memakai istilah “ahli gizi” bila merekrut tenaga tanpa latar belakang pendidikan gizi.

Peserta itu juga mendorong BGN bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan organisasi profesi lain seperti HAKLI, karena menurutnya makanan untuk penerima manfaat MBG harus disiapkan oleh tenaga profesional yang memahami kebutuhan gizi secara ilmiah.

Namun sebelum peserta menyelesaikan penjelasannya, Cucun memotong pembicaraan tersebut.

Cucun Menyebut Peserta Arogan

Perdebatan pun tak terhindarkan. Cucun menilai peserta itu berbicara terlalu panjang dan menyebutnya “arogan”.

“Saya nggak suka anak muda arogan kayak gini. Pembuat kebijakan itu saya,” ucapnya dalam video yang menjadi viral.

Ia menegaskan bahwa DPR akan membahas perubahan istilah “ahli gizi” menjadi “tenaga yang menangani gizi”. Dengan perubahan itu, ia menyebut BGN tak perlu lagi merekrut ahli gizi.

“Tidak perlu ahli gizi. Cocok nggak? Nanti saya selesaikan di DPR,” ujar Cucun.

Diganti Lulusan SMA, Dilatih Tiga Bulan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Cucun mengatakan bahwa tenaga gizi bisa berasal dari lulusan SMA cerdas yang kemudian dilatih selama tiga bulan dan memperoleh sertifikat dari BSNP.

“Nanti tinggal ibu Kadinkes melatih orang. Anak-anak SMA bisa, dilatih sertifikasi. Program MBG tidak perlu kalian yang sombong seperti ini,” katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral