GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

ASEAN Desak Pemilu Myanmar Digelar Secara Inklusif, Menlu Sugiono: Perdamaian dan Gencatan Senjata Harus Terjadi

Krisis politik Myanmar kembali menjadi sorotan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur.
Rabu, 29 Oktober 2025 - 06:24 WIB
Menlu RI Sugiono di Kuala Lumpur
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Kuala Lumpur, tvOnenews.com — Krisis politik Myanmar kembali menjadi sorotan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur.

Negara-negara anggota menegaskan bahwa rencana pemilu Myanmar pada Desember 2025 harus berlangsung secara inklusif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar hasilnya legitimate dan berkontribusi pada perdamaian nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengungkapkan ASEAN memberikan perhatian serius terhadap situasi di Myanmar yang masih dilanda ketegangan politik dan kemanusiaan.

“Kemudian di sesi yang lain, pertemuan dilakukan untuk membahas situasi di Myanmar di mana perkembangan terakhir Myanmar akan melaksanakan pemilu di bulan Desember ini."

"Concern dari negara-negara anggota adalah bahwa pelaksanaan pemilu ini harus dilakukan secara inklusif dalam arti melibatkan sebanyak mungkin stakeholder di Myanmar, sehingga diharapkan bisa terjadi suatu pemilu yang legitimate,” ujar Sugiono usai menghadiri KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, dikutip Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, seluruh negara anggota ASEAN memahami kompleksitas situasi Myanmar, namun tetap berharap agar pemilu mendatang menjadi langkah awal menuju rekonsiliasi nasional.

“Oleh karena itu, kita negara-negara memahami ada perkembangan tersebut kemudian berharap agar pemilu yang dilaksanakan itu bisa berlangsung secara inklusif. Walaupun juga ada pandangan bahwa pemilu ini belum waktunya dilaksanakan, tetapi ini merupakan keputusan yang fakta yang terjadi di Myanmar,” jelasnya.

Sugiono menegaskan, apa pun hasil pemilu nanti, gencatan senjata dan perdamaian harus menjadi prioritas utama agar Myanmar dapat kembali beraktivitas secara normal, baik di tingkat regional maupun global.

“Kita hanya menyampaikan bahwa kita mengetahui proses tersebut dan apa yang kita harapkan dari pemilu tersebut. Namun yang pasti adalah siapapun yang keluar dari hasil pemilu tersebut, bahwa gencatan senjata harus terjadi, perdamaian harus terjadi, sehingga Myanmar bisa kembali lagi beraktivitas secara normal, baik dalam lingkungan regional maupun global,” tegas Sugiono.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga menyoroti krisis Myanmar dalam sesi retret KTT ASEAN ke-47. 

Prabowo menyerukan agar ASEAN tidak lagi bersikap pasif dalam menghadapi situasi tersebut dan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan transisi demokrasi yang damai dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Krisis di sekitar kita terus menguji tekad kita, di kawasan kita, dan di antara sahabat-sahabat kita. Situasi di Myanmar masih menjadi keprihatinan yang mendalam. Kami mencermati perkembangan terkini, termasuk rencana penyelenggaraan pemilu pada Desember 2025,” ujar Prabowo.

Dengan pandangan yang senada antara Prabowo dan Sugiono, Indonesia menegaskan komitmennya agar ASEAN tetap memegang prinsip sentralitas dan tanggung jawab kolektif dalam mendorong penyelesaian damai di Myanmar, sekaligus menjaga stabilitas kawasan dari dampak krisis berkepanjangan. (agr/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melontarkan pesan menohok untuk kadernya, terkait menjadi pejabat agar tidak sombong kepada rakyat.
Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Mencuat kabar terkait detik-detik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekuk 3 pria yang ingin edarkan ganja 15,5 Kg pada Jumat (13/2/2026).
Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
Pesulap Merah Akui Tak Selalu Dampingi Istri Saat Dirawat di Rumah Sakit, Ini Alasannya

Pesulap Merah Akui Tak Selalu Dampingi Istri Saat Dirawat di Rumah Sakit, Ini Alasannya

Pesulap Merah akui jarang mendampingi sang istri, Tika Mega Lestari, saat dirawat di rumah sakit. Ia ungkap alasan mengapa tak bisa selalu hadir.
Barcelona Dipermalukan 0-4, Alvaro Arbeloa Kirim Pesan Menohok ke Hansi Flick

Barcelona Dipermalukan 0-4, Alvaro Arbeloa Kirim Pesan Menohok ke Hansi Flick

Adu mulut tidak langsung antara pelatih Alvaro Arbeloa dan juru taktik Barcelona, Hansi Flick, menjadi sorotan usai kekalahan telak Blaugrana 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey.
PF dan UPER Teken 23 MoU Strategis Sekaligus, Misi Perluas Dampak Pendidikan hingga Keberlanjutan

PF dan UPER Teken 23 MoU Strategis Sekaligus, Misi Perluas Dampak Pendidikan hingga Keberlanjutan

23 kesepakatan yang diteken PF dan UPER ini melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor.

Trending

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melontarkan pesan menohok untuk kadernya, terkait menjadi pejabat agar tidak sombong kepada rakyat.
Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Mencuat kabar terkait detik-detik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekuk 3 pria yang ingin edarkan ganja 15,5 Kg pada Jumat (13/2/2026).
Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

Tiga pemain keturunan dikabarkan sudah mendapat ACC FIFA untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia. Salah satunya kiper yang berpotensi jadi pesaing Paes dan Audero
Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Telan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Telan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Penampilan gemilang Adi Satryo bersama Arema FC di hadapan John Herdman membuka peluang kembali ke Timnas Indonesia. Akankah posisi Maarten Paes terancam?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT