News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bertahun-tahun Tak Ada Siang, Warga Kampung Tongkol Jakarta Utara Ngaku Sudah Biasa Hidup di Dalam Gelap Gulita

Ibu Emi, salah satu warga Kampung Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara berbagi kisah hidup tanpa pernah merasakan siang hari imbas sulit terpapar cahaya matahari.
Rabu, 1 Oktober 2025 - 10:25 WIB
Warga Kampung Tongkol Jakarta Utara
Sumber :
  • tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Warga Kampung Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara sempat menyedot perhatian publik dan viral di media sosial pada Agustus 2025.

Kehebohan tersebut terjadi karena kehidupan warga Kampung Tongkol tidak pernah merasakan langit cerah di siang hari dan selalu hidup di dalam gelap gulita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyebabnya karena kehidupan warga Kampung Tongkol harus tinggal tanpa terpapar sinar matahari di antara gedung-gedung pencakar langit di Jakarta Utara.

Meski pada pagi hari, lampu-lampu harus tetap menyala selama 24 jam akibat cahaya matahari sulit menembus ke pemukiman warga Kampung Tongkol.

Potret permukiman Kampung Tongkol Jakarta Utara
Potret permukiman Kampung Tongkol Jakarta Utara
Sumber :
  • tvOneNews

 

Tim tvOne beberapa kali menelusuri dan mewawancarai sejumlah warga Kampung Tongkol agar mengetahui seputar kehidupan di tengah tanpa udara yang bersih.

Ibu Emi, salah satu warga Kampung Tongkol mengaku dirinya bersama keluarga tercinta sudah tinggal di sana selama 26 tahun.

"Ya itu sedikit agak pengap sih," kata Ibu Emi saat diwawancarai Tim tvOne di Kampung Tongkol, Jakarta Utara dikutip, Rabu (1/10/2025).

Bukan tanpa alasan, ruas jalan di sepanjang Kampung Tongkol hanya berukuran 1,5 meter.

Ibu Emi, warga Kampung Tongkol Jakarta Utara
Ibu Emi, warga Kampung Tongkol Jakarta Utara
Sumber :
  • tvOneNews

 

Permukiman ini sangat padat dan memiliki luas yang membentang di tengah-tengah Stasiun Ancol dan Jakarta Kota.

Suara gemuruh kereta listrik Commuter Line (KRL) sudah menjadi makanan, khususnya di RT 007 RW 001, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Suara bising KRL sudah sebagai musik ditemani suara beton dari rel di atap-atap permukiman.

Ibu Emi yang tinggal di salah satu permukiman tersebut mengatakan tidak masalah dengan hal itu.

"Namun, mau gimana lagi nggak ada pilihan, itu semua sudah terbiasa aja bagi saya," tuturnya.

Ketika ditanya hidup di tengah rel kereta api, Ibu Emi mengatakan pada awalnya cukup terkejut.

Kereta selalu melintas setiap 3-5 menit di sepanjang permukiman Kampung Tongkol.

"Tapi kita lama-kelamaan udah terbiasa aja. Gimana ya, sudah jadi mendarah daging juga," ujarnya.

Lebih lanjut, Ibu Emi memaparkan, saat awal tinggal di kampung ini hanya sebatas menyewa kontrakan.

Semakin ke sini, Ibu Emi sekeluarga sudah sangat nyaman hidup di tengah permukiman tanpa mengenal siang hari.

Bahkan, Ibu Emi membeli kontrakan kecil tersebut, hingga kini menjadi tempat tinggal pribadinya.

Ia menyampaikan kenapa bisa menyewa kontrakan di bawah rel kereta api yang jelas-jelas sulit tersentuh sinar matahari.

"Dulu di sini ada yang jual murah, jadi daripada saya ngontrak terus, saya beli di sini bersama keluarga," katanya.

Karena tinggal di kontrakan berdiameter sekitar 5x3 meter, Ibu Emi terus mengembangkan luas tempat tinggalnya.

Meski di bawah lorong yang gelap gulita, banyak kontrakan yang bertingkat, bahkan disewakan kepada perantau yang datang ke Jakarta.

Pada bagian ruang bawah kontrakannya, hanya terdapat dapur yang dilapisi cat berwarna biru namun sangat padat.

Di sampingnya, ada kamar mandi yang terbilang hanya bukuran sempit. Untuk ruangan di atas menjadi ruang tamu dan kamar tidur.

Ia menceritakan pada tahun 1999-an, suasana di Kampung Tongkol sangat sepi, bahkan masih jarang permukiman di sana.

Kondisi saat itu benar-benar nyaman sebelum permukiman padat akibat banyak pendatang yang membangun kontrakan di sana.

"Masih jarang-jarang. Jadi, awalnya sebenarnya hawa itu sejuk aja gitu karena belum padat kayak sekarang dibangun (banyak kontrakan). Padahal, dulu masih kosong," bebernya.

Tapi, ia cukup senang karena warga tak melupakan aksi "gotong-royong".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harapannya, pemerintah bisa membantu orang-orang yang kurang mampu di sini," tukasnya.

(hap)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT