News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pedagang Sayur di Pasar Minggu Keluhkan Sepi Pembeli, Omzet Menurun-Barang Dagangan Tak Habis

Sejumlah pedagang sayuran mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli hingga mengalami penurunan omzet dan barang dagangan tidak kunjung habis.
Selasa, 30 September 2025 - 05:00 WIB
Pedagang Sayur di Pasar Minggu Keluhkan Sepi Pembeli, Omzet Menurun-Barang Dagangan Tak Habis
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safitri

Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah pedagang sayuran mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli hingga mengalami penurunan omzet dan barang dagangan tidak kunjung habis. 

Hal ini diakui oleh pedagang yang berada di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (29/9/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satunya yakni Malina yang menggelar dagangannya mulai dari terong, wortel, sawi, hingga berbagai macam cabai, di Jalan Terminal Baru, Pasar Minggu.

Wanita berusia 41 tahun ini merasa sedih lantaran omzetnya yang turun belum lama, pasca aksi unjuk rasa. 

Bahkan saat ini, dagangan cabai yang dibawanya hanya 3 kilogram per hari juga sering tidak habis.

Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp60 Ribu Per Kilogram di Pasar Minggu, Penjual: Ongkos Mahal, Bawaan Dibatasi
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp60 Ribu Per Kilogram di Pasar Minggu, Penjual: Ongkos Mahal, Bawaan Dibatasi
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safitri

 

“Haduh turun banyak (omzet). Kaya gini (cabai) saya jual tiga kilogram aja gak abis, nurun banyak (omzet),” ucap Malina, saat ditemui, Senin (29/9/2025).

Sementara itu Malina tidak mengetahui penyebab tempatnya mencari nafkah ini sepi pembeli. Namun ia menduga, hal ini dikarenakan kondisi ekonomi masyarakat yang tidak stabil.

“Gak tau ya (sepi karena apa), mungkin uangnya gak ada atau gatau, kerjaannya susah, cari kerjaan gak ada. Jadi uangnya buat belanja susah,” tutur Marlina.

Dalam kesempatan yang sama, Tari (47) juga mengaku pembeli dagangannya tak seramai dahulu.

“Dagangan banyak, tapi gak laku. Gimana solusinya bingung kan orang jualan,” terang Tari.

Kemudian Tari menceritakan, saat ini kondisi ekonomi masyarakat tengah mengalami anjlok. Bahkan dirinya mengaku rugi lantaran modal yang dikeluarkan untuk berjualan tidak kembali.

“Kalo sekarang modal Rp3 juta aja gak balik modal, sekarang boro-boro, nombok. Dulu saya dua karung aja kurang, sekarang mah boro-biro, ini dari pagi aja gak laku. Pembelinya kurang, ekonominya susah,” tutur Tari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga sejumlah harga pangan mengalami fluktuasi dibandingkan hari sebelumnya. 

Pada Minggu (28/9/2025) harga beras medium di tingkat konsumen turun menjadi Rp13.709 per kilogram dari sebelumnya Rp13.928 per kg, begitu pun cabai rawit merah menjadi Rp44.911 per kg dari sebelumnya Rp48.059 per kg.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral