News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Melalui Perpres! Presiden Prabowo Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun 2025 Jadi 5,3 Persen

Melaui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto merevisi RKP 2025, satu di antaranya pertumbuhan ekonomi tahun 2025 ini.
Selasa, 16 September 2025 - 17:16 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • BPMI Istana Negara

Jakarta, tvOnenews.com - Melaui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto merevisi rencana kerja pemerintah (RKP) 2025, satu di antaranya pertumbuhan ekonomi tahun 2025 ini.

Dalam Perpres 79 Tahun 2025 yang ditetapkan Presiden Prabowo dan diundangkan pada 30 Juni ini, perubahan RKP mencakup asumsi dasar makroekonomi, di antaranya seperti pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian dalam RKP 2025 sebelumnya, pada Perpres Nomor 109 Tahun 2024, target pertumbuhan ekonomi tahun ini dipatok di kisaran 5,3-5,5 persen.

Pada Perpres terbaru, target pertumbuhan ekonomi tahun ini ditetapkan sebesar 5,3 persen.

"Pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5,3 persen didukung oleh stabilitas ekonomi makro yang diupayakan terus menguat dengan memastikan indikator makro fiskal tetap berkinerja baik untuk menjamin keberlanjutan pembangunan dalam jangka menengah-panjang," bunyi lampiran Perpres 79 Tahun 2025, dikutip Selasa (16/9/2025).

Selain itu, pemerintah juga menetapkan nilai tukar rupiah yang baru menjadi di kisaran Rp 16.000-16.900 per dollar AS pada tahun ini.

Target ini melebar dibandingkan RKP sebelumnya yang berada di kisaran Rp 15.300-15.900 per dollar AS.

Kemudian, target defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 juga diubah menjadi 2,53 persen, dari RKP sebelumnya yang memproyeksikan defisit APBN 2025 di kisaran 2,29-2,82 persen.

"Defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,53 persen dari Produk Domestik Bruto disertai pengendalian primary balance, didukung oleh perluasan sumber dan pengembangan inovasi pembiayaan baik dari utang maupun non-utang yang dikelola secara prudent dan kredibel," keterangan lampiran Perpres 79 Tahun 2025 tersebut.

Sementara itu, tingkat inflasi dijaga stabil dalam rentang 2,5 persen plus minus 1 persen year on year (yoy).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sasaran Ekonomi Makro 2025:

- Inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen.
- Nilai tukar rupiah Rp 16.000-16.900 per dollar AS.
- Cadangan devisa 162,40 miliar dollar AS atau setara 6,4 bulan impor.
- Neraca transaksi berjalan 0,78 persen dari PDB.
- Kontribusi PDB Industri Pengolahan 20,8 persen.
- Rasio PDB Pariwisata 4,2-4,3 persen.
- Devisa Pariwisata 17,10-18,30 miliar dollar AS.
- Pendapatan negara 12,36 persen dari PDB.
- Penerimaan perpajakan 10,24 persen dari PDB.
- Keseimbangan primer 0,26 persen dari PDB.
- Defisit APBN 2,53 persen dari PDB.
- Stok utang pemerintah 39,15 persen dari PDB.
- Pertumbuhan investasi (PMTB) 5,61 persen.
- Nilai realisasi PMA dan PMDN Rp 1.905,60 triliun.
- Nilai realisasi PMA dan PMDN sektor sekunder Rp 855,9 triliun. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral