Penampakan Lahan Relokasi Pasar Burung Barito di Lenteng Agung, Masuk Proses Pembangunan-Jalan Belum Memadai
- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Pedagang di Pasar Burung Barito, Jakarta Selatan akan direlokasi menuju kawasan Lenteng Agung, buntut proyek penataan Taman Bendera Pusaka di kawasan blok M yang menghapus area pasar hewan.
Berdasarkan pantauan tvOnenews.com, pada Minggu (14/9/2025), terlihat lahan yang menjadi relokasi ini terletak di samping Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dan sebrang Stasiun Lenteng Agung, yang menuju arah Depok.
Tampak depan lahan ini diberikan pagar besi, namun tidak menutup keseluruhan. Kemudian juga terpasang plang yang bertuliskan “LAHAN IN AKAN DIBANGUN KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KECAMATAN JAGAKARSA KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN”.
- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
Sementara itu dari depan jalan, terlihat belum adanya pembangunan. Lahan tersebut masih kosong dan jalanannya masih terbuat dari kerikil-kerikil kecil yang jika dilewati licin.
Dari luar hanya tampak tiga mobil yang terparkir di lahan yang gersang dan hanya ada satu pohon besar.
Kemudian tvOnenews.com mencoba menyusuri lahan ini, dan ternyata proses pembangunan baru tampak di dalam lahan.
Sejumlah pekerja tengah memasang asbes untuk atap bangunan toko yang juga belum rampung. Terlihat sebanyak 22 toko ini berukuran 3x3 meter di sisi sebelah kiri.
- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
Terlihat delapan toko telah memiliki lantai pelur namun belum memiliki atap. Sementara itu 14 toko lainnya belum memiliki lantai, namun dalam proses pemasangan atap.
Sementara itu toko lainnya yang juga masih dalam proses pembangunan berada agak jauh dari jalan tersebut.
Bahkan jalan menuju toko masih merupakan tanah merah dan sekelilingnya terdapat rumput liar yang tinggi.
Seorang pekerja yang berada di lokasi mengaku tidak mengetahui bangunan ini untuk apa. Namun sejauh ini toko yang dalam proses pembangunan telah mencapai 50.
“Gatau ini buat apa, untuk ukuran sih 3x3 meter. Total udah ada 50an yang dibangun,” kata pekerja, saat ditemui, Minggu (14/9/2025).
Load more