News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mencekam! Sekelompok Pria Misterius Serang Rumah di Garut, Ayah dan Anak Jadi Korban Aksi Mengerikan Ini

Sekelompok pria misterius menyerang sebuah rumah dan melakukan pembacokan terhadap ayah dan anak di Garut, Jawa Barat. 
Minggu, 14 September 2025 - 13:51 WIB
ILUSTRASI - Pengeroyokan
Sumber :
  • Rawpixel.com

Garut, tvOnenews.com - Sekelompok pria misterius menyerang sebuah rumah dan melakukan pembacokan terhadap ayah dan anak di Garut, Jawa Barat. 

Polisi yang masih mendalami kejadian ini belum bisa membongkar motif karena pelaku kabur. Dua orang korban kini dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut karena kondisinya memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nasib nahas menimpa Awan (47) dan Ari (21), ayah dan anak warga Kampung Warung Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Garut, Jawa Barat. 

Mereka menjadi korban kebrutalan sekelompok pria misterius yang melabrak rumah lalu menganiayanya menggunakan senjata tajam.

tvonenews

Awan mengalami luka tebas golok di kepala, di tangan, bahkan pergelangan tangan nyaris putus. 

Sementara itu, Ari mengalami luka bacokan di kepala. Para korban kini harus dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut karena petugas medis puskesmas setempat tak mampu menanganinya.

Polisi setempat menyatakan insiden tersebut terjadi di rumah para korban pada Sabtu (13/9/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB. 

Para pelaku yang berjumlah lebih dari dua orang mendatangi kediaman korban lalu mengamuk hingga melukai penghuni rumah. 

"Untuk korban sudah di rumah sakit. Kejadiannya semalam, memang di perbatasan antara Kecamatan Cibatu-Kecamatan Sukawening, tepatnya di rumah korban. Untuk penanganan perkara dilakukan oleh Polres dan untuk motif masih didalami," singkat Kapolsek Sukawening Iptu Budiman, Minggu (14/9/2025).

Salah satu warga sekitar yang rumahnya dekat kediaman korban mengaku sempat melihat para pelaku keluar dari gang yang menuju rumah. 

Jumlah para pelaku tiga orang menggunakan sebuah motor. Para pelaku bahkan mengumpat bahasa kasar usai menyerang korban.

"Sempat dengar keributan saat menengok ke jendela sudah ada tiga pria yang sepertinya bukan warga sini sambil menenteng seperti golok. Ya bahkan berkata kasar sambil mengumpat," kata warga yang identitasnya enggan disebutkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga sekitar kini resah atas insiden ini apalagi para pelaku berani datang ke kediaman korban disaat warga lain beristirahat. 

Saat ini jajaran dari Jatanras Polres Garut masih melakukan perburuan terhadap para pelaku. (thh/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral