Kemenko Pangan Prediksi Swasembada Beras Bisa Tercapai Tahun Ini, Lebih Cepat dari Target 2027
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) optimistis bahwa swasembada beras bisa tercapai pada tahun 2025, jauh lebih cepat dari target resmi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk 2027.
Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam forum Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
“Kalau kita bilang swasembada untuk komoditas beras, sudah bisa tahun ini dicapai,” ujar Nani.
Program Kunci Menuju Swasembada
Menurut Nani, capaian ini berkat sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari ekstensifikasi lahan hingga kebijakan percepatan pembangunan kawasan pangan.
Pemerintah gencar memanfaatkan lahan tidur agar produktivitas meningkat, sehingga ketergantungan pada impor bisa dikurangi. Selain itu, perhatian juga diarahkan pada ketahanan pangan menghadapi perubahan iklim, dengan memastikan sistem pertanian tetap berjalan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Ekstensifikasi dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan, tetap memperhatikan tata guna lahan, restorasi, dan keberlanjutan ekosistem pertanian,” jelasnya.
Tiga Pilar Swasembada Pangan
Kemenko Pangan merancang tiga strategi utama untuk mencapai swasembada beras:
-
Intensifikasi → penyediaan pupuk, bibit unggul, penyuluh pertanian, peningkatan irigasi, dan pangan biru.
-
Ekstensifikasi → cetak sawah baru di wilayah lumbung pangan, serta percepatan kawasan swasembada pangan, energi, dan air.
-
Penguatan Cadangan & Distribusi → pengelolaan cadangan beras pemerintah, stabilisasi harga, program makanan bergizi gratis, serta penguatan koperasi desa.
Stok Beras Nasional Mencapai 4,23 Juta Ton
Data per Juli 2025 mencatat stok beras nasional berada di angka 4,23 juta ton. Jumlah ini dipandang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menjaga stabilitas distribusi ke seluruh wilayah.
Nani menambahkan, swasembada bukan hanya untuk kepentingan domestik, melainkan juga untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. “Ke depan kita juga harus berjaga agar bisa men-support negara-negara yang membutuhkan beras, walaupun kuotanya masih terbatas,” ungkapnya.
Dampak Positif bagi Ekonomi Nasional
Swasembada beras dipandang akan memberi dampak besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menempatkan desa sebagai pusat ekosistem pembangunan pangan, pemerintah berharap fondasi ketahanan pangan nasional semakin kokoh dan berkelanjutan.
Load more