GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pernikahan Anak di NTB Capai 14,96%, Askrindo Fokuskan Program Edukasi Kesehatan Mental dan Pendidikan

Praktik pernikahan anak masih menjadi masalah serius di sejumlah daerah Indonesia, termasuk di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). 
Rabu, 10 September 2025 - 10:36 WIB
Cegah Pernikahan Usia Anak, Askrindo Gelar Sosialisasi Bagi Masyarakat Lombok Tengah
Sumber :
  • IST

Lombok, tvOnenews.com - Praktik pernikahan anak masih menjadi masalah serius di sejumlah daerah Indonesia, termasuk di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada pendidikan dan sosial ekonomi anak, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan fisik maupun mental yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai bentuk kepedulian, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), menggelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak di Pojok Literasi Askrindo, Desa Mertak. Kegiatan ini menghadirkan orang tua, guru PAUD/TK, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, serta perwakilan Kementerian BUMN.

Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menjelaskan program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkolaborasi dengan PAUD Inspirasi Indonesia dan Komnas Perlindungan Anak.

Fankar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut disusun untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama warga Desa Mertak. 

Ia menyebutkan, rangkaian acara terbagi dalam beberapa sesi, mulai dari edukasi untuk anak, pembekalan parenting bagi orang tua dan guru PAUD, hingga dialog bersama Komnas Perlindungan Anak. 

“Sesi ini sangat perlu dilakukan, untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya pendidikan dan bahaya pernikahan usia anak, sehingga mereka termotivasi melanjutkan sekolah serta mampu menolak tekanan lingkungan yang mengarah pada pernikahan dini,” ujar Fankar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan NTB memiliki angka pernikahan dini tertinggi di Indonesia, dengan 14,96% perempuan usia 20–24 tahun pernah menikah sebelum 18 tahun. Kondisi ini menegaskan perlunya upaya komprehensif dalam edukasi dan pencegahan.

Fankar menambahkan bahwa pernikahan di usia anak seringkali berujung pada putus sekolah dan hilangnya kesempatan untuk memperoleh pendidikan. 

Dari sisi kesehatan, kondisi tersebut dapat memicu risiko komplikasi kehamilan serta membuat anak rentan mengalami gangguan mental akibat tekanan psikologis.

“Selain itu, pernikahan usia anak memperbesar peluang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan eksploitasi serta lingkaran kemiskinan yang semakin sulit terputus,” jelasnya.

Melalui pendekatan parenting dan edukasi, kegiatan ini menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya pernikahan usia anak, terutama pada aspek kesehatan mental. Anak yang dipaksa menikah dini kerap menghadapi stres, depresi, hingga trauma akibat beban tanggung jawab yang belum sesuai usianya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program Askrindo ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait kesehatan yang baik (TPB 3), pendidikan berkualitas (TPB 4), kesetaraan gender (TPB 5), dan penguatan kelembagaan (TPB 16).

Dengan keterlibatan lintas sektor, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan keluarga dan melindungi generasi muda dari praktik pernikahan dini, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Seberapa Besar Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran Jika Mundur dari Piala Dunia 2026

Seberapa Besar Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran Jika Mundur dari Piala Dunia 2026

Timnas Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mundur dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Keputusan itu men-
Terkuak, Motif Utama Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati di Lombok Tengah

Terkuak, Motif Utama Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati di Lombok Tengah

Terkuak, motif Utama pimpinan ponpes perkosa santriwati di Lombok Tengah. Bahkan, kabar yang beredar luas di media sosial itu, menuai komentar netizen.
Inter Milan Full Senyum, Sassuolo Berpeluang Lepas Rekan Duet Jay Idzes: Muharemovic

Inter Milan Full Senyum, Sassuolo Berpeluang Lepas Rekan Duet Jay Idzes: Muharemovic

Kabar baik datang untuk Inter Milan yang mendapat sinyal positif setelah manajemen US Sassuolo Calcio membuka peluang melepas rekan duet Jay Idzes, Muharemovic.
THR ASN Jakarta Bisa Cair Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru Gubernur Pramono

THR ASN Jakarta Bisa Cair Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru Gubernur Pramono

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara soal mekanisme pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idulfitri bagi aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta.
Terungkap, Senjata Mematikan Milik Iran, Bisa Buat Amerika Serikat dan Israel Begini

Terungkap, Senjata Mematikan Milik Iran, Bisa Buat Amerika Serikat dan Israel Begini

Terungkap, senjata mematikan milik Iran. Bahkan senjata itu bisa membuat Amerika Serikat dan Israel bisa kocar-kacir. Seperti diketahui, AS dan Israel melancar
Tak Hanya Bupati, KPK Amankan Sekda Hasil OTT di Pekalongan

Tak Hanya Bupati, KPK Amankan Sekda Hasil OTT di Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Hasilnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Trending

Wanita Asal Jakarta Utara Diamankan Usai Buang Bayi di Tempat Sampah, Polisi: Dimasukkan ke dalam Tas Ransel

Wanita Asal Jakarta Utara Diamankan Usai Buang Bayi di Tempat Sampah, Polisi: Dimasukkan ke dalam Tas Ransel

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah warga menggeruduk rumah wanita berinisial DR (20) yang diduga membuang bayi hasil hubungan gelapnya
Gamis Bini Orang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Terinspirasi dari Inara Rusli

Gamis Bini Orang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Terinspirasi dari Inara Rusli

Gamis “Bini Orang” menjadi salah satu tren busana muslim paling mencuri perhatian menjelang Lebaran 2026. Terinspirasi dari Inara Rusli, yuk simak deskripsinya!
Meski Terancam Degradasi, Nottingham Forest Bidik 3 Poin di Kandang Manchester City

Meski Terancam Degradasi, Nottingham Forest Bidik 3 Poin di Kandang Manchester City

Bek Nottingham Forest, Neco Williams, blak-blakan soal target utama skuadnya saat bertandang ke markas Manchester City di Stadion Etihad, Kamis (5/3/2026).
Polda Metro Terima Laporan dari KPK Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Eks Sekretaris MA

Polda Metro Terima Laporan dari KPK Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Eks Sekretaris MA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melaporkan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh saksi kasus dugaan korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung
Bojan Hodak Takut Bicara soal Kontroversi Wasit Laga Persebaya vs Persib

Bojan Hodak Takut Bicara soal Kontroversi Wasit Laga Persebaya vs Persib

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak memilih tidak banyak bicara terkait kepemimpinan wasit usai timnya ditahan imbang Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Super -
Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Bandung menahan imbang 2-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). Dalam laga ini pun menyedot perhatian publik setelah berbagai kejanggalan atas keputusan wasit. 
Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Eks Pelatih timnas Indonesia ini sekarang membangun pemain sepakbola perempuan. Berikut penjelasannya
Selengkapnya

Viral