News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ray Rangkuti Beberkan Penyebab Budi Arie Dicopot: Pertimbangannya Sejak Dahulu

Pencopotan mantan Menteri Koperasi, Budi Arie menuai pertanyaan sebagian publik. Bahkan, sebagaian publik menganggap pencopotan Budi Arie ada kaitannya
Selasa, 9 September 2025 - 18:40 WIB
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Pencopotan mantan Menteri Koperasi, Budi Arie menuai pertanyaan sebagian publik. Bahkan, sebagaian publik menganggap pencopotan Budi Arie sebagai Menteri di Kabinet Merah Putih ada kaitannya dengan isu yang beredar.

Di sisi lain, penyebab pencopotan Budi Arie sebagai Menteri Koperasi ini, ternyata telah dilontarkan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti di sebuah acara televisi berita swasta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam acara tersebut, ia beberkan salah satu penyebab pencopotan Budi Arie sebagai Menteri Koperasi karena berkaitan dengan masalah hukum.

Sebagaimana diketahui, kata dia, Budi Arie pada akhir tahun lalu sempat diperiksa oleh Bareskrim Polri terkait kasus judi online yang dibekingi pegawai Kemenkomdigi. 

Kasus judi online tersebut terjadi semasa kepemimpinan Budi Arie yang kala itu menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Ray Rangkuti menilai bahwa pertimbangan Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Budi Arie sebagai Menteri Koperasi sudah dirancang lama dan hanya menunggu waktu yang tepat untuk memutuskannya.

"Jelas, pertimbangannya sudah sejak dari dulu bahwa yang bersangkutan mau direshuffle hanya tinggal menunggu waktu kapan waktu yang tepat dan pas untuk direshuffle, karena beliau ini dikaitkan dengan persoalan hukum," ungkapnya seperti yang dikutip dari Kompas TV, Selasa (9/9/2025). 

Bahkan, Ray tak segan-segan menyebutkan, pencopotan Budi Arie sendiri merupakan penilaian obyektif yang dilakukan oleh Presiden Prabowo yang menunjukkan kesungguhannya untuk tidak mentolerasi adanya tindak pidana khususnya korupsi di kabinetnya.

Sebelumnya diberitakan, usai Indonesia diterpa dengan demo anarkis di akhir bulan Agustus 2025. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) melakukan reshuffle lima menterinya di Kabinet Merah Putih. Satu di antaran Menteri yang dicopot, yakni Budi Arie.

Selain itu, Presiden Prabowo juga membentuk kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah. (aag)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT