News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beras Bansos Menggumpal, Bupati Pandeglang: Sudah Diganti, Penerima Enggak Ribut, kok

Bupati Pandeglang menjelaskan, bahwa semua beras yang berkualitas buruk sudah diganti dan memastikan penerima tidak lagi protes.
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 8 Agustus 2021 - 12:57 WIB
Beras Bantuan dari Bulog untuk Warga Pandeglang Berwarna Kuning dan Menggumpal
Sumber :
  • Siti Ma'rufah

Pandeglang, Banten - Beras bantuan sosial dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) yang dibagikan ke warga Pandeglang, Banten sejak Selasa (3/8) pekan lalu akhirnya ditarik dan diganti dengan beras berkualitas baik.

Bupati Pandeglang Irna Narulita, yang memantau langsung ke lokasi pada Minggu (8/8) menjelaskan, bahwa semua beras yang berkualitas buruk sudah diganti dan memastikan penerima tidak lagi protes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagian sudah ditarik, kan, semua yang ada (beras kualitas buruk),  pada saat itu surat (pemberitahuan) yang dikirim itu, ditarik, diganti dengan yang baru," ujar Irna.

Irna mengklaim tak ada protes dari para penerima manfaat bantuan beras tersebut setelah diganti.

"Tidak hanya si penerima manfaat yang dua (orang) tersebut, penerima manfaat yang kemarin dua orang itu nggak ribut, enggak apa ya," klaim Irna.

Irna menyebut penggantian beras 'batu' dari bantuan dari Bulog sudah diganti dalam hitungan enam jam saja.

"Sudah diganti, hitungan enam jam sudah diganti oleh Forum RT/RW yang cepat tanggap, Pak Kapolres (Pandeglang) juga membantu kemarin langsung ya," tambah Irna.

Sebelumnya beras yang terbungkus dengan karung bertuliskan 'Bantuan Beras PPKM 2021' ini dibagikan kepada warga di Kelurahan Pandeglang, Selasa (3/8).

Saat karung dibuka kondisi beras sudah kuning dan penuh gumpalan keras seperti batu. Beras tersebut disediakan Bulog dan didistribusikan melalui anak perusahaan PT. Pos Indonesia yaitu PT. Logistik yang menyalurkannya langsung ke warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Irna berharap semua pihak memeriksa kembali setiap bantuan beras yang dikirim ke warga agar dalam kondisi terbaik.

"Semoga tidak terulang kembali dan kita support, kita sama-sama pelat merah, Bulog, PT.Pos ini (harus) kroscek, kita juga di bawah kroscek lagi, apakah betul itu bagus atau harus dikembalikan sebelum sampai ke keluarga penerima manfaat " tutup Irna pada media. (siti/mat/act)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT