News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelemparan Batu ke KRL Baru di Bogor Ternyata Dilakukan Anak Kecil

Polisi ungkap pelaku pelemparan batu yang mengenai kaca rangkaian KRL Commuter Line CLI-125 di perlintasan antara Stasiun Cilebut-Stasiun Bogor, tepatnya di sekitar JPO Pasar Anyar, Bogor.
Sabtu, 12 Juli 2025 - 17:48 WIB
KRL Commuter Line CLI-125.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Polresta Bogor Kota ungkap pelaku pelemparan batu yang mengenai kaca rangkaian KRL Commuter Line CLI-125 di perlintasan antara Stasiun Cilebut-Stasiun Bogor, tepatnya di sekitar JPO Pasar Anyar, Bogor.

Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus mengungkapkan, bahwa para pelaku tersebut masih dibawah umur, yakni MF (8) dan MFS (10). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelaku satu usia 8 tahun dan pelaku dua usia 10 tahun," kata dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/7). 

Eko menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku, bahwa mereka tengah bermain di pinggiran rel kereta sekira pukul 16.30.

Lalu, keduanya juga mengaku telah melempar batu dan mengenai kaca jendela pintu kereta hingga mengakibatkan kerusakan. 

"Pelaku secara iseng melemparkan batu kecil ke arah kereta api yang melintas dari arah Jakarta menuju Bogor," jelasnya. 

Usai kejadian itu, petugas PT KAI melakukan penyisiran ke arah tempat kejadian dan menemukan dua pelaku yang masih anak-anak. 

"Kedua pelaku pelemparan dan orang tuanya di bawa ke Stasiun Bogor dan di arahkan ke Polsek Bogor Tengah," ucap Eko. 

Selanjutnya, polisi pun menyelesaikan masalah dengan melakukan mediasi antara orang tua dan pihak KAI dengan membuat surat pernyataan. 

"Dikarenakan pelaku  masih dibawah umur, kedua belah pihak (Orang tua pelaku dan pihak PT. KAI) sepakat untuk membuat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi perbuatan," tandasnya. 

Sebelumnya, kaca rangkaian KRL Commuter Line CLI-125 dilempar batu hingga retak, saat melintasi JPO Pasar Anyar Bogor, Jumat (11/7). Diketahui, KRL CLI-125 adalah rangkaian yang baru beroperasi bulan lalu, merupakan produk asal Cina.

Pelemparan batu itu mengakibatkan rangkaian KRL tersebut tak bisa digunakan sampai tiga hari. KAI Commuter langsung memburu pelaku dan membawanya ke kepolisian terdekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"KAI Commuter berhasil menangkap pelaku pelemparan untuk selanjutnya diserahkan ke kantor polsek setempat," ungkap VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, dalam keterangannya, Sabtu (12/7).

Insiden itu tidak menimbulkan adanya korban jiwa. Akan tetapi, pihak KAI Commuter menilai tindakan melempar batu ke rangkaian KRL adalah hal berbahaya. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT