Akibat Hujan Deras, BNPB Catat Sekitar 10 Ribu Orang Terdampak dan 12 Rumah Rusak di Wilayah Jabodetabek
- istimewa -
Jakarta, tvOnenews.com -Â Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap dampak akibat kejadian becana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Jabodetabek pada akhir pekan kemarin.Â
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bahwa dalam kejadian itu setidaknya 9.947 orang terdampak dan mengungsi akibat banjir.Â
Selain itu, sambungnya, sebanyak 2.348 rumah terendam dan 12 unit rumah dilaporkan rusak.Â
"9.947 orang terdampak dan mengungsi, 12 rumah rusak, dan 2.348 rumah terendam banjir," kata dia dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (7/7/2025).
Muhari menjelaskan, meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun terdapat pengaruh-pengaruh regional di beberapa wilayah di Indonesia yang bisa meningkatkan intensitas tingginya curah hujan.Â
Sehingga, ia mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna menghidari terjadi banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat.Â
Ia juga terus melakukan koordinasi dengan TNI-Polri untuk segera turun langsung ke lapangan bilamana hujan lebat telah terjadi lebih dari 1 jam.Â
"Ketika sudah terjadi hujan lebih dari satu jam, turun ke lapangan lihat kondisi-kondisi air di sungai, bendungan, kondisi tebing. Kalau sekiranya ada indikasi muka air di sungai terus naik dan hujan terus turun, maka segera lakukan evakuasi kepada masyarakat-masyarakat," tandasnya.Â
Sebelumnya, BNPB melaporkan ada 11 kejadian banjir dan longsor di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Minggu (6/7).Â
Abdul Muhari menyebut, imban dari kejadian bencana alam tersebut, setidak 3 orang tewas dan 2 orang lainnya masih dalam pencarian.Â
"Untuk kejadian banjir dan tanah longsor di kawasan Jabodetabek, itu berdampak pada 3 orang meninggal dunia, dan 2 orang masih dalam pencarian," kata Muhari dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (7/7/2025).
Muhari menjelaskan, terkait dua orang yang hilang tersebut, kemungkinan keduanya telah ditemukan pada pagi hari, namun ia masih menunggu informasi lebih lanjut dari instasi terkait.Â
"Kami mendapat laporan, yang nanti juga akan kita konfirmasi kepada pemerintah dan Badan SAR Nasional yang dua hilang ini sudah ditemukan pada pagi ini," jelasnya. (aha/raa)Â
Load more