News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral, Beras Bantuan PPKM untuk Warga Pandeglang Menggumpal dan Tidak Layak Konsumsi

Saat diterima warga, beras berwarna kuning dan menggumpal seperti batu.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 7 Agustus 2021 - 15:19 WIB
Beras Tak Layak Konsumsi yang Diterima Warga Ciherang, Pandeglang, Banten
Sumber :
  • Siti Ma'rufah

Pandeglang, Banten – Warga Kampung Ciherang, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendatangi kantor Kelurahan Pandeglang untuk mengembalikan beras bantuan PPKM yang mereka terima. Pasalnya, beras yang dibagikan pada masyarakat kurang mampu itu tidak layak konsumsi. Saat diterima warga, beras berwarna kuning dan menggumpal seperti batu.

Peristiwa yang juga viral di media sosial ini terjadi pada Selasa (3/8) dan masih menjadi perbincangan warganet hingga Sabtu (7/8) ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Emad, salah satu warga yang menerima beras bantuan itu mengaku kaget ketika membuka isi karung yang bertuliskan “Bantuan PPKM 2021 dari Bulog” tersebut.

Selain menggumpal, beras juga terlihat seperti berjamur.

“Beras dari Bulog, bantuan PPKM. Saya enggak tahu kenapa berasnya begini. Setelah lapor ke Pak RT, langsung disuruh bawa ke sini (kelurahan). Ini mah untuk laporan aja bahwa berasnya seperti ini. Saya tidak menyalahkan Pak Lurah,” kata Emad yang mengembalikan beras bagiannya.

Emad mengaku kecewa, karena dia mengaku sangat membutuhkan bantuan ini. Apalagi pandemi membuat perekonomian keluarganya memburuk.

Lurah Pandeglang Mapendi mengatakan, pihaknya hanya diminta menyediakan tempat untuk menampung beras bantuan. Namun dari 464 karung beras yang diletakkan di sana, hanya 4 karung yang kondisinya serupa.

“Tidak semua beras seperti itu. Mungkin beberapa faktor yang mengakibatkan beras itu menggumpal. Kemarin yang sempat kami buka dengan warga , ada empat karung. Yang sudah disalurkan ke warga dua karung, pada saat itu juga sudah kami ganti,” kata Mapendi kepada Seera Safira dan Andromeda Mercury dalam program Kabar Petang, Jumat (6/8).

Mapendi mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk menindaklanjuti keluhan warga.

“Kami berupaya melayani masyarakat yang terbaik. Ini baru pertama kali terjadi, biasanya kalau ada bantuan sembako kami teliti dulu. Kalau ada yang tidak sesuai kami koordinasi dengan Dinas Sosial,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mapendi berharap kejadian ini tak terulang di masa mendatang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah dengan jeli membantu masyarakat untuk memperbaiki kualitas beras ke depannya kalau memang ada bantuan lagi,” tambahnya. (siti/act)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT