News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Perpisahan SMAN 1 Banjar di Tempat Hiburan Malam, Habib Umar: Rawan Narkotika!

Soal perpisahan SMAN 1 Banjar, Kalsel, yang digelar di Tempat Hiburan Malam tuai kritikan keras dari Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Habib Umar Hasan Alie
Senin, 12 Mei 2025 - 04:00 WIB
Soal Perpisahan SMAN 1 Banjar di empat Hiburan Malam, Habib Umar: Rawan Narkotika!
Sumber :
  • istimewa

Banjar, tvOnenews.com - Soal perpisahan SMA Negeri 1 Banjar, Kalsel, yang digelar di Tempat Hiburan Malam (THM) tuai kritikan keras dari Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Habib Umar Hasan Alie Bahasyim.

Habib Umar menyatakan prihatin perpisahan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar di Tempat Hiburan Malam atau THM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau betul perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk di THM, kita prihatin," ujar Anggota Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel yang juga membidangi pendidikan dan kebudayaan serta keagamaan itu ketika dikonfirmasi, di Banjarmasin, Ahad (11/5/2025).

Dia juga mengaku geram mendengar informasi bahwa SMAN 1 Sungai Tabuk lakukan perpisahan pada salah satu THM di Kota Banjarmasin.

"Kita akan dan pertanyakan dengan pihak SMAN 1 Sungai Tabuk. Apakah betul sebagaimana terekam dalam media sosial (medsos)," beber wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Menurut Habib Umar, perpisahan sekolah di THM sungguh tidak mencerminkan etika dan moral sebagai pelajar. "Hal tersebut jangan sampai terulang dan jangan sampai pula pada sekolah lain," tegas Habib Umar.

"Semestinya pola pengawasan harus ketat karena aktivitas di THM rawan tindak kejahatan seperti mengkonsumsi minuman keras dan narkotika," tambahnya.

Pasalnya, lanjut Habib, umur antara 15-18 tahun lagi usia labil, sementara di THM pada banyak kebiasaan menawarkan karoke, diskotik dan permainan..

"Oleh sebab itu, sangat disayangkan sekali. Kami akan meminta keterangan langsung kepada Dinas Pendidikan (Disdik) perihal tersebut agar kemudian hari tidak terulang,” ujar Habib Umar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara situasi dan kondisi sosial ekonomi orang tua mereka tidak semua memiliki kemampuan finansial yang sehat. Sehingga perpisahan tersebut tidak memberikan faedah atau manfaat dengan kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Kami berpesan kepada anak-anak kita agar bisa berfikir lebih dewasa, karena masa depan masih panjang dan merupakan masa depan mereka sendiri yang kita harapkan lebih baik," demikian Habib Umar Hasan Alie Bahasyim. (ant/aag)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT