Kisah Bu Guru Baisa dari Pulau Rinca, 21 Tahun Mengajar sambil Menjaga Murid dari Komodo
- Tim tvOne/Vera
"Saya tidak pernah biarkan mereka pulang sendiri. Kalaupun saya singgah di rumah keluarga di kampung Kerora, saya akan suruh mereka tunggu. Takut pas mereka ketemu komodo jadi kaget," ujar Baisa saat hampir tiba di kediamannya.
Dusun Minta Bangun Pagar Pembatas
Kepala Dusun Kerora, Basri mengakui kekhawatiran seluruh warga tentang jalur yang belum dipasangi pagar pembatas. Ia mengatakan pada tahun 2021 lalu, BTNK membangun 970 meter pagar pembatas dari barat ke timur Kampung Karora dengan tinggi 1,5 meter. Namun ini tidak termasuk jalur di area tanjung yang dilewati Baisa dan murid-murid dari Kampung Waerebo setiap hari.
"Jalan yang mereka lewati adalah jalur rawan komodo. Kita prihatin jika suatu waktu aktivitas komodo berubah bisa mengganggu dan membahayakan anak-anak yang mondar-mandir untuk sekolah," kata Basri.
Ia berharap pemerintah dan Balai Taman Nasional Komodo segera membangun pagar pembatas di jalur tersebut.
"Semoga mereka juga memperhatikan sarana-prasarana sekolah mulai dari gedung sekolah, sampai ke rumah guru yang sudah tidak ada lagi," tutup dia. (vbi/ebs)
Load more