News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saksi Kasus Tewasnya Mahasiswa UKI Disebut Alami Intimidasi Via WA

Pengacara keluarga Kenzha Walewangko, Samuel Parasian Sinambela menyebut saksi kunci kasus tewasnya mahasiswa UKI telah mendapatkan intimidasi.
Senin, 28 April 2025 - 21:04 WIB
Kuasa Hukum Keluarga Kenzha Walewangko Datangi Kantor LPSK di Jakarta Timur.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara keluarga Kenzha Walewangko, Samuel Parasian Sinambela menyebut saksi kunci kasus tewasnya mahasiswa UKI telah mendapatkan intimidasi. 

Samuel mengungkapkan, para saksi telah mendapatkan intimidasi atau ancaman secara verbal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ancaman mungkin melalui WA, ini artinya secara psikis sudah dilakukan nah tinggal bagaimana mereka mengatakan seperti apa," katanya di Kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (28/4/2025). 

Tak hanya itu, Samuel mengungkapkan, bahwa ancaman lainnya yakni adanya intimidasi di Polres Jakarta Timur saat saksi dimintai keterangan. 

"Ketika mereka di BAP di Polres Jakarta Timur, mereka itu dikatakan 'kalau tidak benar, kami tuntut kamu', itu kan intimidasi, bagaimana mereka (saksi) bisa mengatakan kebenaran jika ada statement demikian," ucapnya. 

Ia meminta kasus yang menewaskan Kenzha diungkap sebenar-benarnya tanpa adanya rekayasa yang dilakukan aparat penegak hukum. 

"Biarlah ini mengalir, biar kita tahu bagaimana yang terjadi sesungguhnya, jadi tolong hentikan rekayasa," ungkap dia. 

Sebelumnya, Keluarga Kenzha Walewangko, mahasiswa UKI yang tewas di area kampus mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jakarta Timur. 

Pihak keluarga mendatangi LPSK dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Raja Butarbutar dan Samuel Parasian Sinambela. 

Raja mengatakan, kedatangannya itu untuk mengajukan pelindungan terhadap saksi pada kasus tewasnya Kenzha di kampusnya beberapa waktu lalu. 

"Ada dua saksi yang kita minta LPSK untuk perlindungan hari ini," katanya di kantor LPSK, Senin (28/4/2025). 

Raja menerangkan, para saksi tersebut merupakan para mahasiswa yang melihat langsung kejadian yang menimpa Kenzha. 

Sehingga pelindungan terhadap keduanya harus dilakukan agar tidak mendapatkan penekanan dari pihak mana pun. 

"Karena saksi yang kita minta perlindungan adalah mahasiswa, kita takut ada teori relasi kekuasaan bisa menekan dari kampus atau pihak mana pun," jelasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menerangkan, jumlah saksi dalam kasus ini akan terus bertambah mengingat, telah adanya pelaporan dari pihaknya ke Polda Metro Jaya maupun Propam Polri, meski kasus Kenzha telah dihentikan oleh Polres Metro Jakarta Timur. 

"Maka saksi-saksi yang sebetulnya melihat mengetahui akan speak up namun mereka minta dilindungi atas apa yang mereka saksikan," ungkapnya. (aha/raa) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral