Polda Metro Jaya Klarifikasi soal Kasus Begal Bersenpi di Jakbar, Ternyata Kelalaian Pelaku yang Mabuk
- Antara
Setibanya di rumah, RP baru menyadari bahwa pahanya mengeluarkan banyak darah.
Sehingga ia mencoba berobat ke klinik dan rumah sakit. Namun demikian ia ditolak dan akhirnya kembali ke rumahnya.
Kemudian, Korban R kembali ke lokasi kumpul teman-temannya, dan mengadu bahwa ia tertembak. Setelah itu R dibawa ke RSUD Tangerang, tetapi Pihak rumah sakit meminta Korban untuk membuat laporan polisi sebelum bisa ditangani.
“Pagi harinnya, RP menghubungi Alfian alias Arab untuk menjualkan senpi miliknya,” ujar Resa.
Arab yang mendapatkan informasi itu, dia langsung ke rumah RP pada senin, 21 April, pukul 06.00 WIB. Lalu, Arab membawa senpi milik RP untuk dijual kembali ke D.
“D merupakan pemilik awal senjata tersebut, sebelum akhirnya dijual kepada pelaku RP seharga 30 juta,”tutupnya.
Sebagai informasi sebelumnya, terduga kawanan begal dengan menggunakan senjata api (senpi) beraksi di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Seorang wanita berinisial R yang menjadi korban terkena tembak.
Kejadian berawal ketika korban dari arah Kota Tua, boncengan hendak pulang ke rumah. Dalam perjalanan, sepeda motor yang ditumpangi dipepet delapan motor yang diduga kawanan begal. Tapi, korban tidak menggubris hal tersebut.
"Pelapor dan korban langsung berusaha melarikan diri. Selanjutnya terdengar suara petasan dan ketika sampai di Jalan Daan Mogot, korban merasakan perih dan lemas," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (23/4).
Dia mengungkapkan, korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang. Berdasar hasil pemeriksaan, ada luka tembak di pinggul kanan. Kemudian ada proyektil yang masih bersarang di tubuh korban.
"Terdapat luka tembak serta proyektil pinggul sebelah kanan," katanya. (rpi/dpi)
Load more