Bekasi, tvOnenews.com - Seorang pria yang mengaku sebagai "jagoan" di kawasan Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi mendadak viral di media sosial.
Preman yang berkedok ormas itu mendatangi salah satu pabrik untuk meminta sejumlah uang.
Dalam video yang beredar, pria berbaju merah itu terlihat marah besar dan tidak terima saat proposal yang dibawanya ditolak oleh salah satu perusahaan.
Dengan percaya diri, dia mengeklaim bahwa tidak ada seorang pun di Cikiwul yang berani melawannya. Selain itu, dia mengaku memiliki massa yang banyak di lingkungan tersebut.
Setelah itu dia memaksa petugas keamanan untuk mempertemukannya dengan pemilik perusahaan, seolah ingin menunjukkan pengaruhnya di kawasan tersebut.
Menanggapi video viral tersebut, Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/3).
Pria yang viral itu, kata Sukadi, bernama Suhada diduga anggota ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
Pria yang mengaku pribumi Cikiwul itu meminta uang jatah untuk keperluan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran. Namun, pihak perusahaan menolak permintaannya.
"Dia minta (uang) dikasih Rp 20.000. Tapi dia enggak mau, pengen ketemu pimpinannya," kata Sukadi kepada wartawan, Kamis (20/3).
Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian melakukan pengecekan dan mediasi dengan para pihak yang terlibat. Namun, polisi tidak mendapati keberudaan Suhada dan ketiga orang rekannya.
"Semalam sudah dilakukan mediasi, yang berempat enggak ketemu, terus tadi unit reskrim datang ke TKP untuk dilakukan pengecekan. Tapi yang bersangkutan dicari keberadannya untuk dimintai keterangan," tuturnya.
Polisi kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap apakah tindakan yang dilakukan memiliki unsur pidana. Jika terbukti ada pelanggaran hukum, proses penegakan hukum akan dilanjutkan.
"Kalau ada kita tindaklanjuti penegakkan hukum," ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi, karena setiap tahun ada praktik serupa yang dilakukan oleh kelompok tersebut, dengan tujuan untuk mendapatkan uang jatah menjelang Lebaran.
"Motifnya THR untuk Lebaran, setiap tahun sebetulnya, tahun kemarin terus sekarang datang lagi," tutupnya. (msl/dpi)
Load more