News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Atlet Taekwondo Asal Kota Bandung Hilang Usai Minta Izin Pergi ke Warnet Sejak 2015 Lalu, Sudah Lapor Polisi tapi Belum Ada Perkembangan

Seorang atlet Taekwondo asal Kota Bandung, Jawa Barat, dikabarkan menghilang sejak tahun 2015 lalu. Atlet Taekwondo itu bernama Fidya Kamalinda.
Kamis, 13 Maret 2025 - 08:10 WIB
Keluarga Fidya Kamalinda atlet Taekwondo Asal Kota Bandung yang hilang sejak 2015
Sumber :
  • Cepi-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang atlet Taekwondo asal Kota Bandung, Jawa Barat, dikabarkan menghilang sejak tahun 2015 lalu.

Sampai saat ini, tahun 2025, belum diketahui keberadaan dari atlet Taekwondo asal Kota Bandung tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak keluarga mengaku sudah membuat laporan ke pihak kepolisian sejak tahun 2016 lalu, tapi belum ada perkembangan hingga saat ini.

Khodijah, ibu dari atlet Taekwondo asal Kota Bandung yang hilang, mengatakan sudah 10 tahun lamanya dia terus menunggu kepulangan anaknya yang bernama Fidya Kamalindah.

tvonenews

"Anak saya merupakan seorang atlet PON cabang olahraga Taekwondo asal Bandung, Jawa Barat. Dengan segudang prestasi cemerlang dia berhasil membawa nama Jawa Barat dan meraih medali emas pada Indonesia Open. Bahkan, pada ajang PON Fidya juga menyumbang medali," kata Khodijah saat ditemui di kediamannya di Rancasari pada Rabu (12/3/2025) malam. 

Khodijah menceritakan awal mula kehilangan anaknya.

Saat itu, kata dia, Fidya hanya meminta izin untuk pergi ke warnet.

Namun, tidak disangka itulah saat saat terakhir kali dirinya melihat anaknya dan hilang kontak hingga saat ini.

"Setelah beberapa hari enggak ada kabar saya sempat mendapatkan informasi dari pemilik warnet bahwa Fidya sempat cekcok dengan seorang pria di depan warnet tersebut," ujarnya.

"Kata pemilik warnet pria tersebut sempat menepuk pundak anak saya dan langsung dibawa menggunakan mobil," sambungnya.

Khodijah menyebut pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian sejak 2016 lalu. 

Namun, dari laporan tersebut belum membuahkan hasil hingga saat ini.

Pencarian secara mandiri oleh pihak keluarga juga sudah dilakukan untuk menemukan. Akan tetapi, lagi-lagi, hasil dari pencarian tersebut nihil.

Khodijah berharap agar anak sulungnya tersebut bisa segera pulang apapun keadaannya. 

Dia juga berharap agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bisa membantu untuk mencari keberadaan Fidya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Khodijah juga mendesak pihak kepolisian khususnya Polda Jawa Barat agar bisa segera menemukan anaknya.

Pasalnya, kata dia, kasus tersebut sudah 10 tahun berlalu tapi belum kunjung ada perkembangan. (cep/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral