News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BPBD: Kaltim Merupakan Provinsi Rawan Banjir dan Tanah Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan kajian kebencanaan bahwa provinsi ini merupakan daerah yang rawan terhadap banjir dan tanah longsor.
Rabu, 26 Februari 2025 - 08:50 WIB
Ilustrasi Banjir
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan kajian kebencanaan bahwa provinsi ini merupakan daerah yang rawan terhadap banjir dan tanah longsor.

"Dari 14 jenis bencana yang telah kami kaji di Kaltim, yang paling sering terjadi adalah bencana banjir dan tanah longsor," kata Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kaltim Sugeng Priyanto mengutip Antara pada Rabu (26/2/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sugeng mengatakan BPBD Kaltim sudah melakukan kajian risiko bencana di 10 kabupaten/kota di Kaltim.

Hampir semua kabupaten/kota rawan terhadap banjir, kata dia, karena kondisi geografis yang sebagian besar dataran rendah. 

Bahkan ibu kota Samarinda kerap mengalami banjir yang disertai tanah longsor, begitu pun Balikpapan.

Selain banjir dan tanah longsor, Sugeng mengatakan ada beberapa jenis bencana lain yang juga berpotensi terjadi di Kaltim, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), angin puting beliung, dan gelombang pasang.

"Kami sudah memetakan daerah-daerah mana saja yang rawan terhadap bencana," jelas Sugeng.

Sugeng mengatakan BPBD Kaltim terus berupaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara-cara menghadapi bencana.

"Kami juga membentuk tim reaksi cepat yang bertugas untuk menangani bencana," jelas Sugeng.

Sugeng mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik jika terjadi bencana.

"Jika terjadi bencana, segera laporkan kepada BPBD atau pihak terkait," sambungnya.

Untuk antisipasi menghadapi banjir, papar Sugeng, cari tempat yang lebih tinggi, hindari berjalan di air banjir, matikan listrik jika air banjir sudah masuk ke dalam rumah, dan mengungsi ke tempat yang aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian untuk antisipasi menghadapi tanah longsor, lanjutnya, hindari daerah yang rawan longsor seperti kawasan lereng bukit. Jika melihat tanda-tanda akan terjadi longsor, segera menjauh, dan mengungsi ke tempat yang aman.

Sugeng juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan. Ia mengatakan salah satu penyebab terjadinya bencana adalah kerusakan lingkungan.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT