News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sopir Bus Travel Jadi Korban Pemalakan Preman di Cengkarang, Satu Pelaku Ditangkap Ternyata Masih di Bawah Umur

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi pemalakan terhadap sopir bus travel di Jalan Outer Ring Road, Kapuk Kayu Besar, Cengkareng, Jakarta Barat
Selasa, 18 Februari 2025 - 13:04 WIB
Sopir Bus Travel di Cengkareng Dipalak
Sumber :
  • Instagram @warga.jakbar

Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi pemalakan terhadap sopir bus travel yang tengah melintas di Jalan Outer Ring Road, Kapuk Kayu Besar, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (15/2/2025).

Peristiwa ini diunggah dalam akun Instagram @warga.jakbar dengan keterangan ‘Sopir Travel Dipalak di Jakbar, diminta Rp500 ribu’.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlihat dalam video tersebut, bus travel yang tengah melintas dihentikan oleh dua orang pria yang menggunakan topi. Pria itu tampak berada di depan untuk menghadang agar bus tidak pergi. 

Terdengar dalam video antara sopir dan pria tersebut tengah melakukan negosiasi terkait uang yang dimintakan.

“Seratus kalo mau, kaga bisa,” ucap sopir travel.

“Lu jangan videoin gua, lu videoin gua ya?,” tanya preman.

“Siapa yang video? Udah dihapus,” tegas sopir travel.

Kemudian tertulis dalam keterangan bahwa preman tersebut merusak kaca spion bus travel akibat tak terima diberikan uang Rp100 ribu.

Menanggapi peristiwa ini, Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan satu pelaku yang ternyata masih dibawah umur.

“Telah berhasil menangkap satu pelaku berinisial AZ (17). Pelaku yang kami amankan merupakan anak berhadapan hukum (ABH),” kata Abdul Jana, dalam keterangannya, pada Selasa (18/2/2025).

Lebih lanjut Abdul Jana menyebutkan bahwa masih terdapat dua pelaku yang dalam pengejaran yakni AM dan SA. Adapun dalam aksinya, para pelaku membagi perannya.

“Dari hasil penyelidikan, AZ bertugas menghentikan mobil, sementara AM dan SA meminta uang kepada sopir,” ucap Abdul Jana.

Kemudian Abdul Jana mengungkapkan bahwa pelaku mengaku uang hasil pemalakannya digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu senilai Rp100 ribu.

“Pelaku AZ mengaku menggunakan sabu bersama SA di lahan kosong dekat rumah mereka,” jelas Abdul Jana.

Selanjutnya pelaku dibawa ke panti rehabilitasi karena terbukti mengonsumsi narkoba.

“Kami juga mengimbau korban untuk segera melapor ke kepolisian guna mempercepat proses hukum terhadap para pelaku,” tegas Abdul Jana. (ars/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral