"Hasil adaptasi ini adalah hasil kerja dan usaha lebih dari 100 orang kru dan 20 seniman, muda dan senior, termasuk Eyang Slamet Rahardjo, Pakde Indro Warkop, dan mbak Indy Barends - yang mengerjakan cerita ini dengan hati - dan sangat hati-hati," lanjutnya.
"Dalam prosesnya, setiap hari mereka ke lokasi syuting dengan mindset: memberikan penampilan terbaik dan usaha terbaik untuk merayakan cerita ini," sambungnya.
Falcon Pictures juga membantah soal sikap sombong Abidzar. Pihaknya juga menyebut apa yang dilakukan anak Ummi Pipik dan Alm Uje itu adalah bagian dari pendekatan karakter.
"Berita mengenai cast yang tidak menyaksikan serialnya terlebih dahulu, bukan berakar kesombongan, tapi berakar dari pemilihan pendekatan akting. Seniman memiliki banyak cara (dan semua cara, valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita," bebernya.
Di akhir tulisannya, Falcon Pictures meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tersakiti dengan perbuatan Abidzar.
"Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Kami pastikan tidak pernah ada niat buruk terkandung dalam hati" tutupnya.
Unggahan tersebut sontak mendapatkan komentar beragam dari netizen.
"Kenapa jadi seolah-olah kita yg bertanggung jawab atas nasib 100 kru dan 20 seniman," tulis netizen.
"Ayo budayakan cancel culture di Indonesia," tulis lainnya.
"Male lead-nya tiap diwawancara makin blunder makin blunder. Damage has been done," tulis netizen.
Load more